Pelabuhan BBJ Masih Tetap Beroperasi, Sopir Pilih LCT untuk Efesiensi Biaya

Sopir truk memilih antri berjam-jam karena memilih layanan LCT
LAMPUNG—PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) selaku penyedia jasa pelabuhan bongkar muat dan penyeberangan hingga saat ini masih mengoperasikan satu unit Landing Craft Tank (LCT) serta satu unit Kapal Motor Penumpang (KMP) yang setiap hari melakukan aktifitas bongkar muat kendaraan dari PT BBJ di Bakauheni Lampung menuju Bojonegara Provinsi Banten.
Menurut Tatang selaku manager PT BBJ, pelabuhan BBJ saat ini melayani penyeberangan dan pengangkutan kendaraan kendaraan jenis truk pengangkut barang barang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa. Beberapa perusahaan ekspedisi menurut Tatang masih menggunakan jasa penyeberangan milik PT BBJ yang berada di Desa Muara Piluk Kecamatan Bakauheni tersebut.
“Saat ini seperti dilihat masih puluhan truk menunggu untuk diseberangkan ke Pulau Jawa karena dua kapal yakni BNR 0 dan JNW masih dalam perjalanan ke arah Sumatera dari Bojonegara masih ada sekitar dua trip per hari, “ungkap tatang kepada Cendana News, Rabu (12/8/2015).
Satu unit kapal LCT yang merupakan kapal kargo dari pantauan CND saat ini masih beroperasi mengangkut kendaraan yang rata rata jenis truk pengangkut barang,sementara saat bersamaan kapal jenis Kapal Motor Penumpang JNW yang berfungsi mengangkut para sopir dan kernet.
“Selama ini aturan resmi memang penumpang tidak diperkenankan berada di atas kapal LCT melainkan berada di atas kapal motor penumpang yang berangkat secara bersamaan dengan kapal pengangkut kendaraan,”ungkap Tatang.
Ia pun menegaskan secara teknis proses pelayaran di LCT mengikuti peraturan dari Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) terkait aturan bahwa kendaraan terpisah dengan kendaraaan. Tatang mengungkapkan kapal LCT masuk dalam kategori cargo shipment, bukan passanger shipment dan aturan tersebut diterapkan oleh PT BBJ.
Sementara itu ditempat yang sama Koordinator Kesyahbandaran Kantor UPP Teluk Betung Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Hubla) Hidayattulah menegaskan bahwa kapal LCT memang tidak diperuntukan untuk mengangkut penumpang sekalipun penumpangnya yang dimaksud adalah pembawa muatan barang. Hanya nahkoda dan kru kapal saja yang boleh ada di dalam kapal bersama muatan barang yang diangkutnya. Selain dari pada itu tidak diperbolehkan. 
“Selain pelaut dan kru kapal, tidak diperbolehkan memuat yang lain. Itu sudah ada aturannya dan di sini aturan tersebut telah dipenuhi dengan ada dua kapal satu kapal pengangkut kendaraan dan satu kapal pengangkut penumpang” tegas Hidayattulah.
Ia menegaskan Kapal LCT hanya diperuntukan bagi angkutan barang bukan dioperasikan untuk melayani penumpang non muatan barang. Sebagai pihak kesyahbandaran pihaknya mengaku telah melakukan pengawasan dan pemeriksaan sehingga akan memberi sanksi sekaligus teguran jika ditemukan kapal LCT mengangkut penumpang.
Dari pantauan media Cendana News, puluhan sopir truk yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa terlihat beristirahat di tempat yang sudah disediakan oleh PT BBJ berupa tempat lesehan. Menurut Tatang hingga saat ini kelebihan yang membuat para sopir nyaman menggunakan jasa PT BBJ dengan kapal LCT  diantaranya karena adanya keamanan ekstra, fasilitas diantaranya mandi, tempat ibadah, semuanya disiapkan gratis. Selain itu bagi sopir disiapkan ruang tunggu dan diberikan lokasi untuk mencuci.
Rencana kedepan PT BBJ akan melakukan pengembangan pelabuhan khusus untuk penyeberangan LCT tersebut diantaranya dengan membangun toll gate sebanyak 6 pintu untuk pembelian tiket yang akan naik ke kapal LCT.
“Kita terus melakukan pembenahan baik dari segi standarisasi pelabuhan serta fasilitas fasilitas yang ada di pelabuhan ini sehingga pelayanan ke depan akan lebih baik lagi,”ungkapnya.
Penambahan toll gate tersebut dilakukan untuk memudahkan kendaraan jenis truk yang akan menyeberang ke Pulau Jawa melalui pelabuhan BBJ. Selain penambahan toll gate untuk pembelian tiket juga sedang dibangun fasilitas kantin untuk kebutuhan para sopir dan kernet selama proses menunggu di area pelabuhan.
Puluhan sopir truk yang memilih menyeberang menggunakan jasa pelayaran LCT salah satunya Tohir (45) mengaku lebih memilih menggunakan jasa penyeberangan LCT karena tiket yang lebih murah sehingga lebih efesien. Tanpa menyebutkan berapa biaya untuk sekali menyeberang Tohir mengaku lebih memilih ke BBJ dibandingkan ke pelabuhan kapal roro di Bakauheni yang menurutnya selisihnya cukup banyak.
“Lumayan selisih biayanya dan kami masih memiliki sisa untuk keperluan kami selama sebelum menyeberang,”ungkap Tohir.
Meski menunggu hampir selama sekitar 8 jam ia mengaku masih sempat beristirahat, mencuci pakaian. Pilihan menggunakan jasa penyeberangan LCT dilakukan karena ia mengaku membawa barang barang rongsokan yang tak memikirkan soal kecepatan waktu pengiriman seperti halnya pengiriman bahan sembako atau barang barang yang harus dikirim dengan cepat.
RABU, 12 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Henk Widi
Foto : Henk Widi
Editor : Gani Khair
Lihat juga...