![]() |
| Kendaraan hias grup Patrol |
MALANG – Untuk kesekian kalinya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang akan menggelar Festival musik patrol atau biasa disebut Malang Street Percussion Festival. Acara ini di ikuti lebih dari 15 kelompok musik patrol dari Malang Raya.
Musik patrol sendiri merupakan salah satu seni memainkan alat musik dari bambu atau sering disebut kentongan yang biasa digunakan oleh petugas ronda. Namun seiring berjalannya waktu, tidak hanya kentongan yang digunakan dalam musik patrol. Namun biasanya juga menggunakan drum plastik kosong, galon air mineral, dan ada juga yang memadukannya dengan alat musik gamelan. Musik patrol juga sering digunakan untuk membangunkan warga di waktu sahur, dan bahkan di perlombakan.
Acara Malang Street Percussion Festival ini akan memperlihatkan kekompakan dan kebolehan dari kelompok perkusi patrol di jalanan dengan memainkan berbagai alat musik tradisional dengan mengunakan kendaraan atau kereta tanpa mesin dihias secara atraktif dengan berbagai bentuk. Acara ini menawarkan perpaduan antara harmonisasi nada (audio) dengan keindahan kendaraan yang ditumpangi oleh para grup perkusi musik patrol.
Menurut Edi salah satu peserta, acara Malang Street Percussion ini digelar untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Edi juga menjelaskan bahwa acara ini di mulai pada malam hari sekitar pukul 19.00 wib, Minggu (14/6/2015).
“Rutenya sendiri yaitu disekitaran jalan Ijen,” imbuhnya.
Meskipun acara baru akan di mulai pada malam hari, namun kesibukan dari para peserta sudah terlihat sejak pagi di Jalan Ijen. Mereka terlihat sibuk mempersiapkan dan mempercantik kendaraan yang akan mereka pergunakan nanti.
Masyarakat Malang juga sangat antusias dengan adanya acara ini. Hal ini terlihat dari banyaknya masyarakat yang berdatangan untuk mengabadikan kendaraan-kendaraan hias yang di parkir berderet di jalan Ijen. Pengendara kendaraan bermotor yang penasaran dengan kendaraan hias tersebut banyak yang mengurangi kecepatannya dan bahkan tidak jarang akhirnya berhenti sejenak untuk mengambil foto dari masing-masing kendaraan hias.




——————————————————-
Minggu, 14 Juni 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-