Jenis kelamin tetap akan ditulis sesuai jenis kelamin awal atau sesuai kodratnya, kecuali sudah ada keputusan dari pengadilan terkait penggantian kelamin.
Juru bicara kepresidenan, Harry Roque, yang ditugaskan sebagai penasihat hukum pada kasus Pemberton, mengatakan keputusan Duterte itu kemungkinan berasal oleh keinginan sang presiden untuk mendapatkan vaksin Covid-19 buatan perusahaan AS.