Pedas Gurih Pecel Khas Yogyakarta
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
JAKARTA — Sepintas tidak ada yang istimewa dari sajian kuliner yang berisi lontong dan bakwan goreng bercampur aneka sayuran hijau yang telah direbus. Namun, siraman bumbu kacangnya yang kental dengan cita rasa manis, gurih dan pedas membuat penikmatnya ketagihan.
“Cita rasa sambal kacang pecel Yogyakarta ini relatif gurih, manis dan pedas, dengan paduan jeruk nipis yang terasa di lidah. Banyak pelanggan yang ketagihan, bahkan ada yang tiap hari membelinya,” kata Asih, pedagang pecel Yogyakarta, kepada Cendana News ditemui di warungnya di Jalan Raya Kalisari, Jakarta Timur, Sabtu (10/4/2021).
Dikatakan dia, racikan bumbu pecel ini berbahan kacang tanah yang digiling, lalu dikasih gula merah dan cabai. Kualitas rasa pun selalu dijaga agar pembeli tidak kecewa. Begitu juga sayurannya sangat segar karena selalu dibeli setiap hari.
Tampilan sayuran pecel khas Yogyakarta ini tidak berbeda dengan pecel dari daerah lain. Aneka sayuran rebus seperti kembang turi, kangkung, bayam, toge, kubis, kacang panjang, daun singkong, dan daun pepaya.
Asih mengaku belajar meracik bumbu pecel khas Yogyakarta ini sudah turun temurun warisan keluarga.
“Saya ini asli Gunung Kidul, Yogyakarta, dan bikin bumbu pecel ini resep dari keluarga. Saya jualan pecel ini di Jakarta juga sudah lama, awalnya di Cinere, terus pindah ke sini,” ujar Asih.
Satu porsi pecel Yogyakarta ini dibandrol Rp 10.000 dengan isian lontong, bakwan goreng dan aneka sayuran. Namun akan terasa nikmat jika menyantapnya dipadukan dengan pindang telur, tempe bacem dan kerupuk gendar.

Untuk variasi lauk harganya berbeda. Kalau pakai tempe bacem dan krupuk gendar itu seporsinya Rp 14.500. Sedangkan pakai telur pindang Rp 14000.
“Ditambah lauk pendamping, makan pecelnya akan terasa lebih nikmat sangat cocok untuk sarapan, dan makan siang,” imbuh wanita kelahiran Gunung Kidul, Yogyakarta 40 tahun, ini.
Sari Kadijah, salah satu pembeli mengaku ketagihan untuk menyantap pecel Yogyakarta buatan Asih.
Menurutnya, pedes dan gurih pecel ini lebih terasa dan mengena di lidah. “Saya ini asli Madiun, pecel di kampung saya juga ada. Tapi saya lebih suka pecel Yogya ini, rasa bumbunya itu sangat khas,” ujar Sari kepada Cendana News ditemui di warung itu, Sabtu (10/4/2021).