Bandeng Presto Boyolali Lakukan Inovasi Agar Bertahan

BOYOLALI — Pelaku Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM) makanan olahan “Bandeng Presto Bu Rita Boyolali” di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pulisen, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, melakukan inovasi dilakukan agar tetap bertahan selama pandemi COVID-19.

Pemilik UMKM Bandeng Presto Boyolali, Ratih Suci Wulandari (30), mengatakan, dampak pandemi COVID-19 sangat dirasakan bagi semua UMKM termasuk Bandeng Presto Bu Rita Boyolali, karena daya beli masyarakat menurun dratis.

“Dampak COVID-19 di Boyolali, penjualan produksi menurun hingga sekitar 70 persen per bulan. Karena, orang banyak yang takut membeli, daya beli masyarakat,” kata Ratif Suci di Boyolali, Senin (21/9/2020).

Selama pandemi ,  dampak ekonomi sangat dirasakan sehingga mereka untuk berbelanja lebih mengutamakan untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok atau yang diprioritaskan.

“Bandeng Presto ini, rata-rata produksi bisa mencapai 120 kilogram per bulan. Namun, adanya pandemi terjadi penurunan sekitar 70 perseni,” kata Ratih yang mengaku melanjutkan bisnis orang tuanya berdiri sejak 2016 hingga sekarang.

Ratih mengatakan  dapat bantuan dana hibah modal kerja bagi UMKM dari pemerintah sangat membantu pelaku usaha di Boyolali.

Pelaku UMKM yang mengajukan ikut program tersebut nanti dihubungi oleh Bank BRI sebagai salah satu bank penyalur. Pelaku usaha akan diberitahu mendapat dana bantuan modal kerja senilai Rp2.4 juta per UMKM.

“Kami sebelumnya juga pernah mendapatkan bantuan sosial prakerja seperti telur, tepung dan lain-lain, tetapi untuk bantuan dana hibah modal kerja baru kali ini,” kata Ratih.

Menyinggung soal UMKM Bandeng Presto yang tetap bertahan, kata Ratih, muncul berbagai cara inovatif untuk menarik para pembeli dengan mencoba berbagai olahan dari bahan baku ikan bandeng dengan melihat kondisi pasar.

“Kami melihat pasar membutuhkan apa, sehingga harus ada inovasi agar UMKM bisa bertahan selama pandemi COVID-19. Kami tahu semua kena dampaknya, tetapi bagaimana cara kami lakukan agar bisa bertahan dengan membuat inovasi,” kata Ratih.

Oleh karena itu, pihaknya selain produk bandeng presto, juga memproduksi abon ikan bandeng, kacang bandeng, bandeng crispy, kaldu bandeng, bandeng bumbu rujak, dan kaldu duri bandeng. Hal ini, ternyata diminati pasar baik datang langsung ke kedai maupun melalui daring gofood.

“Kami harga bervariasi harga mulai Rp15.000 per bungkus hingga Rp40.000 per bungkus.

Bahkan UMKM Bandeng Presto Bu Rita Boyolali juga memberi manfaat antara lain memberikan inovasi baru kepada masyarakat agar tidak bosan makan ikan bandeng presto, meningkatkan gemar makan ikan khususnya untuk anak-anak dan ibu hamil untuk mencegah stunting, menciptakan pasar baru dan memberikan peluang untuk para reseller.

Selain itu UMKM Bandeng Presto Boyolali juga memanfaatkan limbah ikan bandeng menjadi produk yang bernilai jual tinggi, memberikan solusi kepada ibu-ibu rumah tangga, perkantoran yang menginginkan anak-anak dan keluarganya hidup sehat dengan makan makanan yang bergizi dan lebih bervariasi. (Ant)

Lihat juga...