Piknik Tipis-tipis, Wisata Gratis Taman Rusa Undip

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Hewan rusa menjadi salah satu idola anak-anak. Ada beragam cerita dan film, yang menggambarkan tentang hewan mamalia pemamah biak (ruminan) yang tergolong dalam familia Cervidae tersebut. Tidak mengherankan, jika keberadaan rusa tersebut, mampu menarik perhatian anak-anak.

Bagi warga Kelurahan Tembalang Kota Semarang dan sekitarnya, jika ingin menyaksikan beragam tingkah lucu hewan rusa, tidak perlu pergi jauh-jauh ke kebun binatang. Sebab, sejak akhir 2014 lalu, Universitas Diponegoro (Undip) yang terletak di wilayah tersebut, memiliki fasilitas Taman Rusa.

Tak sulit untuk menjangkau taman rusa karena hanya berjarak beberapa puluh meter dari gerbang masuk Undip Kampus Tembalang. Terletak persis di belakang Laboratorium Terpadu atau dekat dengan Pojok Tanaman Langka.

Puluhan ekor rusa yang ditangkarkan tersebut merupakan jenis rusa timor.  Sejak adanya taman rusa, masyarakat menyambut baik. Setiap pagi dan sore hari, masyarakat silih berganti datang untuk sekadar melepas penat dengan cara berwisata di Taman Rusa. Khususnya, mereka para orang tua dengan mengajak buah hati masing-masing.

“Hampir setiap minggu selalu ke Taman Rusa. Selain dekat dengan rumah, juga gratis. Anak-anak paling suka kesini. Biasanya kita bawa sayuran dari rumah, seperti kangkung atau bayam, buat kasih makan ke rusa-rusa yang ada,” papar Johan, warga Tembalang Semarang, Minggu (2/8/2020).

Di tengah pandemi Covid-19, taman rusa tersebut tidak ditutup, namun jika ada pengunjung atau warga yang ingin melihat rusa-rusa yang ada, tetap tidak diperkenankan untuk berkerumun.

“Dulu sebelum ada Covid-19, bahkan sering bawa tikar. Kita piknik sambil makan-makan di sekitar area Taman Rusa. Tapi karena sekarang masih pandemi Covid-19, tidak boleh berkerumun. Kalau mau kasih makan rusa, anak-anak juga saya minta jangan dulu. Sekarang paling hanya melihat dari pinggir jalan,” terangnya.

Kasubag Humas Undip Utami Setyowati memaparkan, keberadaan Taman Rusa tersebut menjadi salah satu upaya untuk melindungi populasi rusa, sekaligus sebagai sarana penelitian bagi sivitas akademisi di Indonesia, saat ditemui di Semarang, Minggu (2/8/2020). -Foto Arixc Ardana

Pengalaman serupa juga disampaikan Anton, warga Tembalang. Memiliki anak berumur 3 tahun, dirinya bersama sang buah hati, setiap hari Minggu pagi selalu menyempatkan diri datang ke Taman Rusa Undip.

“Piknik tipis-tipis, sembari ajak anak. Biar dekat dari rumah, tapi anak sudah senang, karena bisa melihat rusa,” terangnya.

Diakuinya, meski sejumlah objek wisata di Kota Semarang sudah dibuka kembali, namun dirinya mengaku masih ada rasa was-was. “Jadi saya masih memilih yang dekat rumah saja, selain itu, kalau di Taman Rusa, kita juga bisa melihat rusa-rusa tersebut dari pinggir jalan. Jadi tidak ada kerumunan,” tandasnya.

Sementara, Kasubag Humas Undip Utami Setyowati memaparkan, keberadaan Taman Rusa tersebut menjadi salah satu upaya untuk melindungi populasi rusa, sekaligus sebagai sarana penelitian bagi sivitas akademisi di Indonesia. Taman rusa tersebut berada di bawah pengelolaan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip.

“Masyarakat diizinkan untuk melihat-lihat satwa rusa yang ditangkarkan, namun di satu sisi, di tengah pandemi Covid-19 ini, mereka tetap kita minta untuk menerapkan protokol kesehatan. Termasuk memakai masker, dan tidak berkerumun. Selain itu, setiap pengunjung yang akan memasuki wilayah kampus Undip, juga akan diperiksa suhu tubuh, di gerbang pintu masuk oleh petugas,” pungkasnya.

Lihat juga...