BMKG: Tiga Wilayah Jateng Berpotensi Mengalami Kemarau Ekstrim
Redaktur: Muhsin Efri Yanto
SEMARANG — Memasuki bulan Agustus 2020, potensi kekeringan mulai muncul di tiga wilayah di Jateng, yakni Kabupaten Kebumen bagian selatan, Klaten bagian selatan dan Wonogiri bagian barat.
“Saat ini, seluruh wilayah Jateng sudah memasuki musim kemarau. Berbeda dengan musim kemarau pada 2019 lalu, pada tahun ini, musim kemarau cenderung basah sehingga beberapa wilayah di Jateng, tetap mengalami hujan hingga akhir tahun,” papar Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Semarang, Iis Widya Harmoko di Semarang, Selasa (4/8/2020).
Namun, meski demikian, ada sejumlah wilayah di Jateng, yang berpotensi mengalami kemarau ekstrim. Hal tersebut terpantau dari monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) di Dasarian III Juli 2020.
“Ada tiga wilayah kabupaten di Jateng, yang terpantau memasuki kriteria kekeringan ekstrem yakni Kabupaten Kebumen bagian selatan, Klaten bagian selatan dan Wonogiri bagian barat,” terangnya.
Dengan HTH lebih dari dua bulan, ancaman kekeringan hingga potensi kebakaran hutan atau gunung pun semakin meningkat. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada.
“Jika terjadi kekeringan, tentu di tiga wilayah tersebut akan kekurangan air bersih atau air baku. Selain itu, juga rentan dengan kebakaran hutan, lahan atau gunung. Kita minta masyarakat lebih berhati-hati apabila melakukan aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan api, seperti membakar sampah. Jadi ini perlu diantisipasi dan diwaspadai,” terangnya.
Selain ketiga wilayah tersebut, HTH dengan kriteria sangat panjang (31 – 60 hari tanpa hujan) juga berpotensi terjadi di sebagian wilayah selatan Kabupaten Sragen, Karanganyar bagian selatan, Sukoharjo bagian selatan, Klaten, Wonogiri, Magelang, Purworejo dan Kebumen bagian tengah.
Sementara untuk wilayah dengan kriteria panjang (21-30 hari tanpa hujan), berpotensi terjadi hampir seluruh kabupaten di Jateng. Di antaranya di Brebes wilayah barat, Tegal bagian Selatan, Jepara bagian Tengah, Rembang, Grobogan, Kabupaten Semarang, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Banjarnegara dan Purbalingga.
Terpisah, hal senada juga disampaikan Plt Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana. Pihaknya memprediksi musim kemarau di Jateng, mulai terjadi pada bulan Agustus 2020 ini.
Untuk itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPBD tingkat kota/kabupaten, dalam menghadapi masa bencana tahunan ini. “Sejumlah BPBD tingkat kabupaten kota di Jateng, juga sudah bergerak di wilayah masing-masing, dengan melakukan dropping air bersih bagi masyarakat,” terangnya.
Kaitannya kebutuhan air bersih untuk mengantisipasi masuknya musim kemarau, pihaknya telah menyediakan 1.100 tangki air bersih. Jumlah itu sama seperti tahun lalu.