Cegah Kebakaran, BRG Lakukan Pembasahan Cepat

Upaya pemadaman di lahan gambut – Foto Ant

BANJARMASIN – Badan Restorasi Gambut (BRG), melalui mekanisme tugas pembantuan (TP), melakukan pembasahan cepat lahan. Hal itu dilaksanakan pada 6-8 Juli 2020, untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan.

Deputi Bidang Edukasi Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut RI, Dr Myrna A Safitri mengatakan, data dari sembilan alat pemantau Tinggi Muka Air (TMA) yang dibangun oleh BRG, menunjukan TMA di KHG Sungai Balangan – Batangalai berada 0,4 meter di bawah permukaan gambut.

Hal itu memerlukan upaya pembasahan cepat. “Pembasahan ekosistem gambut dengan Infrastruktur Pembahasan Gambut (IPG) yang sudah dibangun merupakan upaya awal pencegahan kebakaran,” tandasnya pada rapat koordinasi virtual dengan seluruh pihak terkait di Kalimantan Selatan, Rabu (22/7/2020).

Menurutnya, berdasarkan data secara umum dua bulan ke belakang, kedua KHG menunjukan tren kecenderungan penurunan nilai rataan TMA. Sedangkan di KHG Sungai Barito–Sungai Tapin, muka air masih berada di atas permukaan tanah.

Menurut Myrna, penurunan TMA sangat mungkin menjadi salah satu potensi terjadinya karhutla. Maka dari itu, BRG bersama TP bekerja sama dengan tim satuan tugas penanggulangan kebakaran hutan-lahan gambut Kalimantan Selatan, yang dikoordinir oleh BPBD, dalam upaya mitigasi bencana dengan operasi pembasahan gambut.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sesuai Keputusan Gubernur Nomor: 188.44/0487/KUM/2020, terhitung 1 Juli-30 Nopember 2020, menetapkan status siaga darurat penanganan bencana kabut asap, akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Satuan tugas atau personel karhutla Provinsi Kalimantan Selatan dibentuk dengan beranggotakan polisi, TNI, satpol PP, relawan, BPBD, dan damkar.

BRG bersama TP akan membantu tim satuan tugas menyediakan data-data early warning, seperti penurunan tinggi muka air, hotspot yang terdeteksi di aplikasi GLAD-PRIMS. Data tersebut sebagai bahan awal untuk dilakukan patroli pengecekan lokasi dan pemadaman secara dini. BRG bersama TP, juga akan terus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat Desa Peduli Gambut. Saat ini terdapat 36 Desa Peduli Gambut (DPG), yang telah dibina oleh BRG di Kalimantan Selatan.

Tujuan program Desa Peduli Gambut, untuk memfasilitasi desa-desa agar bisa meningkatkan kesejehteraan dan status perkembangan desanya, dan melaksanakan upaya restorasi ekosistem gambut di tingkat tapak.

DPG juga memiliki program penting berupa peningkatan kapasitas petani melakukan pertanian ramah gambut, melalui Sekolah Lapang Petani Gambut (SLPG) yang bermanfaat untuk mencegah terjadinya karhutla di sekitar desa. Di Kalimantan Selatan sudah ada 72 kader SLPG dengan 19 mini demplot (kebun percontohan). Saat ini BRG berhasil melakukan restorasi ekosistem gambut di Kalimantan Selatan seluas 7,421 hektare. (Ant)

Lihat juga...