Pandemi Covid-19 Pendapatan UMKM di Kalsel, Anjlok

BANJARMASIN  – Berdasarkan survei Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dilakukan selama terjadi wabah COVID-19, sebanyak 82,7 persen dari 1.125 Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan pendapatannya anjlok.

Dari 1.125 UMKM yang merespon quick survey online Bank Indonesia, sebagaimana diberitakan di Banjarmasin, Jumat, terdapat penurunan pendapatan UMKM dan beberapa diantaranya terpaksa harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Begitu juga dengan penjualan online UKM melalui beberapa platform penjualan dari media sosial juga mengalami penurunan.

Hal itu terjadi karena permintaan dan jumlah pelanggan yang berkurang, sehingga berdampak pada berkurangnya pendapatan UMKM dari yang semula sekitar Rp4,6 juta menjadi sekitar Rp1,6 juta per hari.

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh sekitar 82,7 persen UMKM yang tersebar di Kalimantan Selatan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel), Amanlison Sembiring, saat menjadi pembicara pada Musrenbang Kalsel yang dilaksanakan secara daring pada Selasa (28/4) 2020, juga menyampaikan hal tersebut.

Menurut Sembiring, sektor perdagangan dan restoran mencatatkan penurunan paling dalam akibat COVID-19.

Pada sektor perdagangan terjadi penurunan penjualan usaha sebesar 50 persen seiring adanya kebijakan social distancing.

Mengatasi kondisi tersebut, beberapa pelaku usaha telah mengambil kebijakan untuk tidak memperpanjang karyawan kontrak.

Selain perdagangan, usaha restoran menjadi sektor paling terdampak COVID-19 yang menyebabkan penurunan penjualan mencapai lebih dari 50 persen.

Hal ini terutama berkurangnya pengunjung karena kebijakan pencegahan COVID-19 dan jam kerja terkait kebijakan pemerintah daerah.

Salah seorang pengusaha tahu di Pasar Sentra Antasari mengungkapkan, produksi tahunya turun drastis lebih dari 50 persen.

Menurut dia, biasanya produksi tahu bisa mencapai 7 pikul, sekarang tinggal 3 pikul. Dengan penurunan tersebut, ia terpaksa harus merumahkan beberapa karyawan. (Ant)

Lihat juga...