Guenther Juarai Seri Kedua Balap Virtual Formula E
JAKARTA – Pebalap tim BMW i Andretti, Maximilian Guenther, melanjutkan dominasinya di balapan virtual Formula E. Kali ini memenangi balapan seri kedua, yang menggunakan layout sirkuit fiksi Electric Docks, Sabtu (2/5/2020).
Ini merupakan kemenangan ketiga bagi pebalap asal Jerman itu di seri balap virtual Race at Home Challenge, setelah sebelumnya finis pertama di test race Monako pada 18 April lalu dan seri perdana yang menggunakan layout sirkuit Hong Kong pekan lalu.
Seri balap virtual tersebut digelar oleh Formula E, di tengah mandeknya musim kompetisi imbas pandemi virus corona. Balap virtual menjadi salah satu upaya menggalang dana, bekerja sama dengan UNICEF, untuk membantu dan melindungi anak-anak serta keluarga yang rentan terdampak krisis kesehatan global tersebut.
Para pebalap bertarung di balik simulator, yang dipasang di rumah masing-masing. Guenther sekali lagi bukan yang tercepat di babak kualifikasi di sirkuit sepanjang 3,2km itu, setelah Stoffel Vandoorne dari tim Mercedes untuk kedua kalinya start dari pole position, yang membuktikan dirinya konsisten.
Namun Vandoorne membentur pembatas trek di lap pembuka, terlempar dari persaingan utama, dan harus puas finis di posisi kelima. Guenther mengambil kesempatan insiden Vandoorne itu untuk memimpin lomba.
Hingga lima lap terakhir, Guenther terlibat persaingan ketat dengan pebalap tim Mahindra Racing Pascal Wehrlein, yang berjarak hanya 0,3 detik di belakangnya. Tampil menekan, Wehrlein justru membuat kesalahan dan kehilangan kendali mobilnya di tikungan pertama, yang meloloskan sang rival senegara asal Jerman itu melesat 10 detik di depan.
Robin Frijns dari tim Envision Virgin Racing dan Nico Mueller dari tim Geox Dragon, memanfaatkan kesalahan Wehrlein untuk menyelinap ke peringkat dua dan tiga hingga finis 15 detik setelah Guenther. Wehrlein mendapati kerusakan di mobilnya dan akhirnya melorot ke peringkat empat.
Sementara juara dunia Formula E dua kali, Jean-Eric Vergne, dari tim Jaguar’s Calado, menyapu poin terakhir yang ada dengan satu lap tersisa dengan finis peringkat sembilan. Balapan virtual Formula E menggunakan format race royale. Para pebalap yang berada di posisi terakhir setiap lapnya tereliminasi, hingga menyisakan 10 pebalap yang memperebutkan posisi final dengan sprint hingga garis finis.
Seri balapan virtual tersebut menggunakan sistem skor standard Formula E, di mana poin tambahan diberikan kepada pebalap yang meraih pole position dan waktu putaran tercepat. Sementara poin ganda akan diberikan di balapan terakhir. (Ant)