POJ Amati Hilal untuk Ramadhan di Ancol

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

Ahli Astronomi POJ Widya Sawitar saat ditemui di Gedung POJ Cikini Jakarta. Foto: Ranny Supusepa

JAKARTA — Ahli Astronomi Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ), Widya Sawitar menyebtukan, pihaknya akan melakukan pengamatan terkait awal Ramadhan pada tanggal 23 April 2020 di Ancol, Jakarta Utara. Tim yang diturunkan beranggotakan 6 orang yang terdiri dari 5 pengamat dan satu orang staf transportasi.

“Sesuai dengan ketentuan PSBB yang diinstruksikan oleh pemerintah, pengamatan kali ini bersifat tertutup. Jumlah anggota yang ikut juga terbatas,” kaya Widya saat dihubungi, Selasa (14/4/2020).

Ia menyampaikan bahwa pengamatan ini merupakan upaya ilmiah untuk mencari bukti astronomis atas dasar perhitungan yang sudah dilakukan.

“Jadi akan dilihat apakah posisi hilal atau anak bulan pada hari penentu hisab sudah memenuhi kriteria masuknya awal bulan Ramadhan,” paparnya.

Dari hasil pengamatan ini, lanjutnya, akan dijadikan dasar dalam penentuan Sidang Itsbat Kementerian Agama.

“Di Indonesia, yang berlaku itu adalah hisab dan rukyat. Artinya, semua pengamatan yang berbasis pada perhitungan akan tetap harus menunggu sidang, yang merupakan kumpulan para ahli, untuk memberikan hasil final kepada masyarakat,” paparnya.

Patokannya adalah imkanurukyah, yaitu hisab yang menyatakan hilal mungkin bisa dilihat.

“Di Indonesia ketentuannya adalah ketinggian dua derajat,” tandasnya.

Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publik POJ Eko Wahyu Wibowo menyatakan bahwa hari hisab 29 Syaban akan bertepatan pada Kamis 23 April 2020.

“Pada tanggal tersebut, nanti akan diadakan sidang isbat dan sesuai perhitungan kami, ketinggian hilal pada setelah Matahari tenggelam nanti 3.7 derajat. Dengan umur hilal sudah 8 jam lebih,” ucapnya saat dihubungi secara terpisah.

Ia menyatakan, jika melihat pada standar yang dianut oleh Indonesia yaitu yang menggunakan imkanurukyah kemungkinan besar 1 Ramadhan 1441 H akan bertepatan dengan tanggal 24 April 2020.

“Insya Allah bersamaan. Tetapi tetap kita tunggu hasil sidang isbat pemerintah. Karena semua keputusan final yang mengeluarkan adalah Menteri Agama berdasarkan hasil kesepakatan dari sidang tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...