Pohon Jadi Tabungan Air dan Uang Warga Perbukitan Pematang Macan

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Ratusan hektare perbukitan di wilayah Pematang Macan, Pematang Malang, Bukit Mega Kuning jadi tumpuan warga selama puluhan tahun. Kesusahan air yang kerap dirasakan warga jadi kesadaran menjaga kelestarian hutan.

Subawi, warga Dusun Pematang Macan, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) menyebutkan, pohon yang ditanam didominasi jenis kayu dan produktif. Seperti alpukat, durian, petai, kelapa dan buah lainnya. Pemilik lahan yang luas bisa menanam dengan sistem tumpang sari.

“Menanam pohon bagi warga menjadi sebuah kewajiban karena keberadaannya sangat membantu dalam melestarikan sumber air, terutama saat kemarau, dan sebagian buah bisa dijual sebagai tabungan,” terang Subawi saat ditemui Cendana News, Rabu (15/4/2020).

Jenis pohon buah yang ditanam selain alpukat menurut Subawi berupa jengkol petai, kelapa, durian, duku, nangka. Semua jenis pohon buah bisa berfungsi sebagai peresap air dan hanya dipanen bagian buah.

“Warga tetap bisa mendapat pasokan air dan tetap mendapatkan uang dari penjualan buah,” cetusnya.

Sulitnya mencari pekerjaan saat pandemi Coronavirus (Covid-19) menjadikan pohon sebagai tumpuan. Subawi yang sebelumnya bekerja sebagai penjaga pantai objek wisata Pantai Minangruah di desa setempat sementara berhenti bekerja. Sebagai alternatif mendapat penghasilan dari menebang sejumlah pohon kayu.

Pohon yang ditebang dengan harga per kubik Rp600 ribu hingga Rp1 juta menjadi penolong saat ekonomi sulit. Penebangan saat musim hujan sekaligus memudahkan untuk proses regenerasi tanaman baru.

“Proses penanaman bibit baru akan dilakukan sementara tanaman kayu belum besar bisa ditanami jagung dan sayuran,” bebernya.

Sahbana, warga Dusun Kayu Tabu menyebut pentingnya menjaga pohon sudah jadi kearifan lokal warga setempat. Keberadaan hutan larangan dengan adanya kawasan seluas lebih dari dua hektare untuk menjaga pohon jadi contoh bagi warga. Sebab kawasan hutan larangan itu bisa menyediakan pasokan air untuk kebutuhan warga.

“Sumber air yang diperoleh dari keberadaan pohon selanjutnya dialirkan pada bak penampungan untuk kebutuhan warga,” cetusnya.

Pemilihan jenis pohon buah membuat warga bisa memiliki tabungan jangka menengah dan jangka panjang. Sebagian tanaman yang bisa dipanen dalam jangka panjang masih bisa menjadi pemasok air bersih terutama jenis pohon dengan perakaran tunjang.

Berbagai jenis pohon dengan perakaran napas dan gantung menurutnya dipertahankan warga. Pohon gondang, bayur elang, aren menjadi sumber peresap air. Jenis pohon aren oleh warga dimanfaatkan sebagai sumber pembuatan gula dengan proses menderes. Pemanfaatan bagian pohon tanpa menebang menjadi cara mendapatkan hasil dengan tetap menjaga kelestariannya.

Lihat juga...