Peribadahan di Gereja Katolik Pasuruan Tetap Berjalan

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Sejumlah peribadahan di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus, tetap berjalan. Meski wabah virus corona (Covid-19) menjadi pandemi global, devosi jalan salib, ibadah pekan dan pengakuan dosa selama masa prapaskah tetap berjalan.

Yohanes Widodo, ketua stasi Santo Petrus dan Paulus menyebut peribadahan tetap menerapkan social distancing atau menjaga jarak sosial.

Sejumlah langkah yang dilakukan umat dengan menyiapkan hand sanitizer di depan pintu gereja. Umat yang beribadah juga akan duduk pada jarak yang berjauhan dengan umat lainnya. Pada saat bagian prosesi salam damai dengan pemberian salam melalui jabat tangan sementara ditiadakan. Sejumlah tata ibadah yang disesuaikan menurutnya tidak mengurangi kekhusuan ibadah.

Yohanes Widodo, ketua stasi Santo Petrus dan Paulus Pasuruan ,Kecamatan Penengahan Lampung Selatan, Jumat (20/3/2020). -Foto: Henk Widi

Devosi jalan salib yang digelar setiap Jumat pada masa prapaskah menurut Yohanes Widodo tetap digelar. Devosi jalan salib yang diikuti lebih sedikit umat diakuinya menerapkan social distancing. Melalui langkah tersebut ia berharap ibadah tetap berjalan dengan baik dengan tetap menerapkan langkah pencegahan Covid-19.

Sejumlah umat juga diimbau tetap menjaga kebersihan dan pola hidup sehat. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan rutin mencuci tangan, membawa hand sanitizer juga terus dianjurkan. Sebagai bentuk rasa berbagi kepada sejumlah umat yang memiliki hand sanitizer bisa membagikan pembersih tangan itu kepada umat yang tidak memilikinya.

“Umat yang beribadah dominan merupakan warga yang tinggal menetap di sekitar gereja dan tidak pernah bepergian keluar daerah, sekaligus diimbau agar mematuhi anjuran pemerintah,” ungkap Yohanes Widodo saat ditemui Cendana News, Jumat (20/3/2020).

Yohanes Widodo juga menyebut belum ada imbauan untuk melakukan ibadah jarak jauh. Meski demikian anjuran untuk melakukan pekerjaan di rumah,belajar di rumah tetap dianjurkan untuk diterapkan. Otoritas gereja juga mengimbau agar social distancing tetap diterapkan dalam kehidupan sehari hari menghindari kegiatan yang mengundang massa.

Upaya menjaga kebersihan gereja menurut Yohanes Widodo dilakukan umat secara rutin. Kegiatan yang masih tetap dijalankan umat Katolik stasi Santo Petrus dan Paulus berupa sakramen pengakuan dosa. Sakramen yang diberikan oleh pastor selama masa prapaskah diakuinya dilakukan dengan pengaturan jarak tempat duduk. Umat yang akan mengaku dosa bahkan dibatasi oleh ruangan yang berbeda.

“Selama sakramen pengakuan dosa bilik yang disediakan terpisah oleh dinding sehingga tidak ada kontak langsung,” bebernya.

Stasi Santo Petrus dan Paulus Pasuruan menurut Yohanes Widodo juga sedang mempersiapkan Paskah. Hingga saat ini ia menyebut belum ada rencana ibadah akan dilakukan jarak jauh atau tetap dilakukan secara normal di gereja. Langkah pencegahan disebutnya dilakukan dengan mengecek umat yang berasal dari wilayah lain. Sebab saat Paskah sejumlah umat dari luar daerah kemungkinan akan pulang kampung.

Lihat juga...