Penderita DBD di Sikka Terus Bertambah
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Meningkatnya jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tak lepas dari banyaknya genangan air di saluran-saluran air bukan saja di kota Maumere namun di beberapa wilayah kecamatan di kabupaten Sikka.
Genangan air baik di kali mati maupun wadah-wadah sampah plastik, tempurung kelapa, bambu belah dan lainnya membuat jentik nyamuk Aedes aegypti penular penyakit demam berdarah berkembang biak dengan leluasa.
“Air tergenang membuat banyak jentik nyamuk sehingga tidak heran banyak korban meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah di kabupaten Sikka,” kata Florida Yosefina Ndena, aktivis Koalisi Perempuan, warga kabupaten Sikka provinsi NTT, Minggu (8/3/2020).
Fin sapaannya menegaskan, seharusnya pemerintah kabupaten Sikka melihat bahwa aspek kesehatan sangat penting sehingga menjadi prioritas yang harus dibenahi agar generasi mendatang bisa hidup sehat.
Menurutnya, penyadaran akan kesehatan harusnya secara gencar dilakukan kepada masyarakat terutama di desa-desa agar masyarakat bisa memahami mengenai bagaimana pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Kalau sosialisasi diadakan terus menerus maka masyarakat akan paham tentang bahaya kebersihan bagi kesehatan. Banyaknya pasien DBD selama dua tahun terakhir mengindikasikan sosialisasi belum maksimal dilakukan,” ungkapnya.
Sementara itu Laurensius Sina Ritan, warga kota Maumere berharap agar petugas kebersihan selalu memantau setiap drainase yang ada di kota Maumere sehingga tidak ada air yang tergenang dan menjadi sarang nyamuk.
Laurens mengaku dua anaknya sempat mengalami demam tetapi langsung dibawa berobat sehingga bisa terhindar dari bahaya demam berdarah apalagi anak-anak sangat rentan sekali sakit.
“Cuaca juga tidak menentu kadang hujan dan kadang panas sehingga membuat nyamuk demam berdarah bisa berkembang biak. Apalagi nyamuk demam berdarah sekarang sudah hidup juga di air kotor,” ujarnya.
Kepala dinas Kesehatan kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, menyebutkan, hingga Sabtu (7/3/2020) jumlah penderita DBD telah mencapai angka 1.172 orang dengan korban meninggal sebanyak 13 anak-anak.

Menurutnya, gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang akan dilakukan secara massal dan besar-besaran mulai besok Senin (9/3/2020) selama 2 jam sehari di semua sekolah, lingkungan rumah dan perkantoran diharapkan dapat menurunkan jumlah kasus.
“Kita berharap dengan adanya gerakan PSN secara massal besok kasus DBD bisa terus menurun bahkan hingga tidak ada kasus. Di minggu kesepuluh tahun 2020 ini, jumlah kasusnya mulai mengalami penurunan,” sebutnya.
Petrus berharap gerakan PSN massal berjalan efektif sehingga kasus DBD menurun drastis bahkan berkurang apalagi aksi kebersihan massal ini akan berlangsung selama 14 hari.