Hingga Hari Ini Sumbar Masih ‘Zero’ Positif Covid-19

Editor: Koko Triarko

PADANG – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatra Barat berkomitmen untuk memberikan keterbukaan informasi kepada masyarakat, seputar penyabaran virus tersebut. Selain menyajikan informasi di situs resmi corona,sumbarprov.go.id, gugus tugas juga memberikan edukasi tentang Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Sumatera Barat, Erman Rahman, mengatakan hari ini merupakan hari kedua ditampilkannya informasi seputar perkembangan Covid-19 di Sumatra Barat. Dengan menerapkan jam update data per hari pada pukul 12.00 WIB, masyarakat bisa mengetahui seputar situasi perkembangan Covid-19.

“Seperti hari ini, di website itu menampilkan ada 1.503 ODP, 17 PDP, dan sudah diperiksa untuk 17 orang itu, dan hingga sore dari 17 orang yang PDP itu masih negarif Covid-19. Kita berharap, kondisi ini makin membaik dari waktu ke waktu,” katanya, ditemui di Posko Penanganan Covid-10 Sumatra Barat, di Lantai II Kantor BPBD Sumatra Barat, Kamis (19/3/2020).

Ia menyatakan, pemerintah provinsi tentunya akan terus melakukan pemantauan penyebaran Covid-19 tersebut. Selain memberikan informasi, Gugus Tugas Sumatra Barat juga memberikan edukasi seputar Covid-19.

“Jadi tugas Gugus Tugas ini tidak hanya sekadar informasi saja. Tetapi masyarakat juga dapat mengontak atau menghubungi Posko Penanganan Covid atau Posko Covid-19 di Dinkes Sumatra Barat,” ujar Kalaksa BPBD Sumatra Barat ini.

Erman menyebutkan, seluruh data yang ditampilkan di situs tersebut terlebih dahulu diverifikasi oleh Dinas Kesehatan Sumatra Barat. Data-data yang di-input ke situs Corona, semuanya bersumber dari dinas kesehatan.

“Data tersebut nanti akan diverifikasi Dinkes Sumatra Barat, kemudian dikirim ke BPBD, setelah itu dirilis dalam website tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno, mengatakan, meski situasi di Sumatra Barat sejauh ini masih zero atau kosong kasus positif Covid-19, tetap dibentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pembentukan tersebut juga menindaklanjuti arahan Presiden RI pada 13 Maret 2020.

“Erman Rahman ditunjuk jadi Ketua Gugus Tugas, dan sudah dibentuk sejak 14 Maret 2020. Gugus tugas ini akan melakukan koordinasi di lintas sektoral Pemprov Sumbar dengan kabupaten kota,” jelasnya.

Irwan mengatakan, gugus tugas tidak hanya ada di tingkat provinsi saja, tapi untuk kabupaten/kota, secara tidak langsung Sekretaris Daerah menjadi ketua gugus tugas.

Dari Sekda kabupaten dan kota, selanjutnya akan melakukan koordinasi, dan rapat-rapat terkait percepatan penanganan Covid-19 di daerah.

“Sekarang sudah semua daerah di Sumatera Barat telah dibentuk gugus tugas. Jadi, masing-masing gugus tugas akan melakukan pendataan, koordinasi, sinergitas, termasuk dengan stakeholders terkait untuk tindak-lanjut ke depannya,” sebutnya.

Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengatakan, sudah seharusnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menanamkan komitmen untuk memberikan keterbukaan informasi kepada masyarakat. Karena memang tidak dapat dipungkiri bahwa banyak masyarakat yang membutuhkan informasi seputar perkembangan Covid-19.

“Masyarakat kita memang tidak dapat dipungkiri ada yang khawatir tentang penyebaran Covid-19, karena di Indonesia sendiri telah ada 300 lebih warga Indonesia yang positif Covid. Di Sumatra Barat, sampai sekarang dari sekian ODP maupun PDP, hasilnya negatif Covid-19,” tegasnya.

Kendati demikian, Wagub berharap kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Sumatra Barat, untuk bekerja lebih optimal. Sebab, kondisi dan situasi seperti ini gugus tugas menjadi ujung tombak informasi situasi Covid-19 di Sumatra Barat.

Lihat juga...