Umat Diajak Teladani Kesederhanaan Tiga Majus dari Timur
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Pastor Bernardus Hariyanto Silaban, Pr., dalam homilinya di gereja Santo Petrus dan Paulus, Lampung Selatan, menyebut tiga raja dari Timur menjadi contoh kesederhanaan dan keyakinan akan kehadiran Tuhan. Menemukan Tuhan dilakukan dengan membaca kitab suci dan melihat bintang.
Sikap kepercayaan para orang bijak yang akhirnya bertemu dengan bayi Yesus, menjadi simbol iman. Tiga raja yang datang menemui Yesus Kristus membawa persembahan emas, kemenyan dan mur. Melalui sikap iman yang muncul dalam panduan mimpi dan malaikat, tiga raja rela melihat sang Imanuel yang lahir di kandang hina.
Melihat kehendak Tuhan melalui kitab suci sangat kontekstual dalam kehidupan modern.Pada peristiwa kelahiran Yesus Kristus, tiga raja diberi tanda, melalui bintang dan mimpi. Sehingga, saat akan pulang usai bertemu Yesus, tiga raja tidak diperkenankan menemui Herodes. Sebab, Herodes sebagai raja yang tersaingi berniat membunuh anak-anak di bawah satu tahun.
“Kesederhanaan tiga raja dari timur yang rela merendahkan diri di hadapan Yesus yang baru lahir, menjadi teladan dalam kehidupan zaman sekarang, terutama bagi anak-anak yang diutus sebagai misioner bagi sesama,” terang Pastor Bernardus Hariyanto Silaban, Pr., dalam homilinya, Minggu (5/1/2020).
Pada konteks peringatan penampakan Tuhan yang dikenal dengan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani), ia mengajak umat Katolik untuk menjadi terang bagi sesama. Bantuan terang bintang yang membawa tiga raja pada bayi Yesus, menjadi jalan keselamatan. Hari raya Epifani yang dirayakan bersamaan dengan Hari Anak Misioner Sedunia ke-177, gereja Katolik mengajak anak dan remaja menjadi bintang misioner.
Sesuai pesan Bapa Suci Fransiskus, anak dan remaja diajak menjadi terang dalam kehidupan. Cahaya Kristus yang masih menyala dalam suasana Natal sekaligus memancarkan pesan, agar menjadi saudara bagi semua orang. Selain itu, pesan hari anak misisoner sedunia agar anak-anak menjadi bintang misioner dan mewartakan Injil.
“Sejumlah kegiatan lomba cerdas cermat kitab suci, menggambar, mewarnai dan berbagai lomba lain, sekaligus menjadi bentuk pewartaan Injil,” ungkap pastor Bernardus Hariyanto Silaban.
Diikuti ratusan umat dari berbagai stasi di Lamsel, perayaan Epifani dan Hari Anak Misioner ke-177 berlangsung meriah. Ratuan anak dari kecamatan Bakauheni, Palas, Sumber Agung, Sukabakti dan sejumlah stasi lainnya kompak mengenakan kaos bertuliskan Tahun Cinta Kitab Suci 2020.
Ratusan anak yang tergabung dalam Bina Iman Anak (BIA) dan Bina Iman Remaja (BIA), didominasi anak usia TK hingga SMA. Pada kegiatan hari anak misioner sedunia, tersebut perayaan Ekaristi diawali dengan prosesi perarakan. Prosesi dengan membawa sejumlah bendera kepausan, keuskupan, bendera merah putih, menjadi simbol universalitas gereja. Petugas liturgi yang didominasi anak-anak sekaligus pesan, agar anak-anak menjadi terang bagi sesama.