Pohon Tumbang, Jalan Negara Trans Flores Macet Dua Jam
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur kabupaten Sikka sejak Sabtu (4/1/2020) hingga Minggu (5/1/2020) membuat beberapa pohon di kecamatan Waigete dan Talibura, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berada persis di jalan negara trans Flores tumbang.
Akibat pohon yang tumbang dan menutupi hampir sebagian badan jalan negara lintas Flores ini membuat arus lalu lintas dari kabupaten Flores Timur di wilayah timur pulau Flores menuju kabupaten Sikka di wilayah barat macet, kendaraan bermotor tertahan dua jam.
“Kemarin sempat kendaraan tidak bisa lewat di desa Egon karena ada pohon Kepok tumbang bahkan mengenai rumah warga,” kata Sergius, warga desa Egon, kecamatan Waiget,e kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (5/1/2020).
Sergius menyebutkan, kendaraan dari dua arah termasuk kendaraan umum yang mengangkut penumpang terpaksa berhenti di badan jalan sambil menunggu petugas membersihkan batang pohon yang menghalangi jalan.
Pohon ini ucapnya rentan sekali tumbang apabila terjadi angin kencang sehingga pemerintah perlu melakukan pemangkasan pohon yang berada di pinggir jalan dan berpotensi tumbang.
“Pohon yang lebat dan berpotensi tumbang serta mengenai kabel listrik harus dipangkas agar tidak tumbang dan bisa menimbulkan korban jiwa. Pemerintah desa harus bekerjasama dengan pihak terkait untuk melakukannya,” harapnya.
Kapolres Sikka, AKBP Rickson PM Situmorang, pun membenarkan adanya pohon yang tumbang sejak kemarin Sabtu (4/1/2020) dan hari ini Minggu (5/1/2020) di kecamatan Waigete.
Rickson menjelaskan, pohon Kepok yang tumbang di kecamatan Waigete kemarin Sabtu (4/1/2020) mengenai rumah warga yang berada persis di samping jalan dan menyebabkan kerugian material sekitar Rp.2,5 juta serta membuat arus kendaraan sempat tertahan.
“Akibat angin kencang dan hujan lebat, pohon Kepok tumbang dan menghalangi jalan raya yang menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan. Pohon tumbang juga mengenai rumah warga masyarakat,” tuturnya.
Bahkan hari ini Minggu (5/1/2020) kata Rickson, sebuah pohon Mahoni di desa Talibura kecamatan Talibura tumbang dan menghalangi jalan raya, namun pohon tersebut telah dipotong dan dibersihkan oleh anggota Pospol Talibura dan masyarakat sekitar.
Personel Polres Sikka selalu bersiaga dan turun membantu masyarakat bila terjadi bencana serta meminta masyarakat untuk selalu waspada karena cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan lebat dan gelombang tinggi sedang melanda kabupaten Sikka.
Sementara itu kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka, Muhammad Daeng Bakir, yang ditemui mengatakan, akibat hujan sejak kemarin Sabtu (4/1/2020) sore hingga Minggu (5/1/2020) pagi mengakibatkan banjir di desa Hoder.

BPBD Sikka pun kata Daeang Bakir, semalam mendapatkan telepon dari kepala desa dan segera menurunkan petugas ke lokasi untuk mengecek kondisi yang terjadi dan selalu bersiaga apabila terjadi banjir besar.
“Patugas kami selalu siaga dan kami selalu berkoordinasi dengan SAR Maumere, Tagana, PMI, Polres Sikka, Kodim Sikka dan Lanal Maumere bila terjadi bencana. Petugas kami selalu bersiaga di kantor dan bila ada laporan bencana langsung meluncur ke lokasi,” tuturnya.
Daeang Bakir pun berharap agar warga harus waspada bila keluar rumah atau bepergian dan jangan berada di bawah pohon rindang, bila terjadi angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang.