BPCB Minta Pembangunan Tol Jogja-Solo Dihentikan Bila…

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY meminta pihak-pihak terkait agar menghentikan proyek pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo apabila di jalur lokasi tersebut ditemukan benda atau bangunan cagar budaya.

Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB DIY, Wiwit Kasjayati, mengatakan Pemerintah DIY sebagaimana ditegaskan Sri Sultan Hamengkubuwono X, telah berkomitmen untuk melindungi, sehingga proyek pembangunan Tol Jogja-Solo juga dikonsep untuk menghindari kawasan.

Meski begitu, temuan cagar budaya baru di sepanjang jalur yang hendak dibangun ruas Jalan Tol Jogja-Solo bukan tidak mungkin terjadi, sehingga setiap pihak harus saling berkoordinasi.

“Walaupun konsep (pembangunan jalan tol Jogja-Solo) sudah menghindari, namun jika nanti dalam pekerjaan itu ditemukan cagar budaya maka harus dihentikan sementara waktu. Sehingga kita bisa melakukan penelitian dan pengkajian terlebih dahulu,” ungkapnya saat ditemui di kantornya Rabu (29/01/2020).

Lebih lanjut, Wiwit mengatakan hal semacam ini juga pernah terjadi di kawasan Jawa Timur berberapa waktu lalu. Dimana adanya temuan cagar budaya, membuat pihak BPCB akhirnya merekomendasikan untuk mengalihkan atau membelokkan ruas jalur tol dari titik rencana awal.

“Hal itu terjadi karena temuan cagar budaya bersangkutan cukup fenomenal dan bernilai tinggi,” terangnya.

Sementara itu dari sekian banyak titik lokasi rencana jalur pembangunan jalur Tol Jogja-Solo di wilayah Sleman, kawasan di sekitar kecamatan Kalasan, menjadi titik yang diperkirakan paling berpotensi terdapat cagar budaya. Dimungkinkan banyak yang masih tertimbun tanah akibat erupsi gunung Merapi.

Sebagaimana diketahui, Selasa (28/01/2020) lalu seorang warga menemukan 2 buah arca kuno di dusun Kalijeruk desa Widodomartani Ngemplak Sleman di sebuah lahan sawah saat hendak membangun kolam penampungan limbah kotoran sapi dengan menggunakan alat berat berupa beckhoe. Pihak BPCB DIY pun memastikan temuan acra berupa Nandi dan Agatsya itu menunjukkan adanya bangunan Candi Hindu di wilayah tersebut.

Saat ini kedua buah arca kuno yang diperkirakan berasal dari abad ke 9 atau tahun 800 M itu telah diamankan di kantor BPCB DIY.

Menindaklanjuti temuan tersebut, pihak BPCB pun berencana melakukan penggalian atau ekskavasi dalam waktu dekat ini.

Lihat juga...