Kemarau, Nelayan Lamsel Intensifkan Perbaikan Perahu

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Musim kemarau dimanfaatkan nelayan pesisir Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) untuk melakukan perbaikan perahu atau dikenal dengan masa pengedokan (docking).

Saniun, nelayan pemilik perahu katir menyebut saat kemarau memudahkan ia melakukan perbaikan perahu. Kondisi cuaca panas menurutnya berimbas sejumlah pesisir pantai mengalami penurunan permukaan laut atau surut terjauh.

Kondisi surut air laut terjauh memudahkan nelayan memindahkan perahu ke daratan. Sebab saat musim gelombang pasang perahu yang ditambatkan memiliki risiko terkena terjangan air laut. Kerusakan perahu jenis katir atau cadik menurutnya kerap disebabkan oleh binatang laut jenis kapang.

Kapang merupakan sejenis binatang kecil yang menggerogoti kayu bahan perahu. Jenis kayu sengon dipilih nelayan karena harga terjangkau.

Akibat kapang sejumlah perahu miliknya bocor dari bagian dalam dan berisiko membahayakan saat melaut. Proses pengedokan menurutnya dilakukan saat musim kemarau. Sebab lokasi pengedokan di dekat muara sungai Muara Bakau lebih bersih.

Kondisi berbeda terjadi saat musim penghujan muara sungai dipenuhi dengan sampah menyulitkan sandar perahu.

“Proses pengedokan yang dilakukan nelayan kerap mempergunakan musim angin Barat saat nelayan tidak melaut, tapi dominan dilakukan saat musim kemarau karena kayu mudah diperoleh,” ungkap Saniun saat ditemui Cendana News di Muara Bakau, Sabtu (12/10/2019).

Kemudahan dalam memperoleh kayu menurutnya karena sebagian lahan hendak dirombak. Proses pembersihan lahan dengan menebang kayu dan bambu membuat ia mudah mendapatkan bahan perbaikan perahu.

Kayu sengon yang ringan dipilih untuk mengganti dinding perahu, bambu petung untuk katir penyeimbang. Selain kayu dan bambu ia membutuhkan tambang sebagai tali, senar, cat, dempul dan minyak cat.

Proses pengedokan saat kemarau menurut Saniun lebih mudah dilakukan. Sebab proses penggantian dinding hingga penambalan harus dilakukan dalam kondisi kering. Pengaplikasian dempul, cat akan lebih mudah kering mempercepat proses perbaikan perahu.

Butuh waktu sepekan baginya melakukan perbaikan total pada bagian buritan, haluan, katir dan perlengkapan perahu tangkap ikan miliknya.

“Waktu sepekan itu tidak dihitung dengan proses pencarian bahan, jika bahan semua sudah tersedia perbaikan dilakukan bertahap,” ungkapnya.

Pemeriksaan bagian perahu yang berlubang akan lebih mudah dengan menepikan perahu pada bagian berpasir.

Ia dibantu sang anak bernama Fikri untuk mengganjal perahu dengan balok kayu dan batu agar bagian lunas perahu dan bagian bawah bisa terlihat.

Fikri (kaos bergaris) membantu Saniun sang ayah memperbaiki perahu tangkap ikan di Muara Bakau, Bakauheni, Sabtu (12/10/2019) – Foto: Henk Widi

Bagian berlubang akan dipahat dengan tatah untuk menghilangkan kapang yang menggerogoti dinding perahu. Selanjutnya bubuk kayu dan dempul akan digunakan menambal bagian berlubang.

Proses pendempulan perahu ukuran panjang 7 meter dan lebar 1 meter bisa memakan waktu satu hari. Setelah didempul semua bagian perahu akan diberi lapisan cat bersama dengan serat senar atau fiberglass.

Proses pengecatan menurutnya menjadi cara menutupi bagian berlubang yang sudah didempul. Cat khusus menurutnya akan menjaga daya tahan kayu bahan pembuat perahu selama lebih dari setahun.

“Harus teliti dalam proses pendempulan dan pengecatan karena memperkuat konstruksi perahu agar awet,” tuturnya.

Selama proses pengedokan Saniun mengaku menghabiskan biaya sekitar Rp4 juta. Biaya tersebut dipakai membeli bahan kayu, bambu hingga cat serta kebutuhan lain. Meski demikian ia mengaku biaya perbaikan bisa diganti dari hasil tangkapan saat ia melaut.

Perbaikan bagian dari perawatan menjadi modal jangka panjang. Sebab sekali melaut dengan hasil tangkapan ikan bagus ia memperoleh hasil sekitar Rp1 juta perhari dengan tekhnik pancing rawe dasar.

Fikri sang anak menyebut perahu kerap dipergunakan untuk mencari ikan di Selat Sunda. Pada musim surut terjauh pengedokan dipilih nelayan sehingga waktu sepekan dipastikan libur melaut.

Perbaikan disebutnya sekaligus meremajakan mesin perahu bertenaga 8 PK berbahan bakar solar. Perbaikan mesin diantaranya dengan penggantian busi dan sparepart lain agar mesin dalam kondisi prima.

“Selain perahu perlengkapan mesin, dayung, layar, pelampung dan jaring juga diperbaiki secara bertahap,” tuturnya.

Fikri menyebut perahu nelayan di Bakauheni kerap dipakai juga untuk mengantar pehobi memancing. Dengan biaya sewa sekitar Rp1 juta untuk sekali perjalanan memancing perahu bisa menjadi sumber penghasilan.

Sebagian pehobi memancing akan memilih lokasi di sekitar pulau Kandang Balak, Kadang Lunik dan pulau Prajurit. Perbaikan perahu menjadi cara menjaga kondisi alat tangkap tetap prima saat digunakan sendiri atau disewakan.

Nelayan lain bernama Sopian di pantai Minang Rua, Desa Kelawi menyebut musim kemarau cocok untuk proses pengedokan. Proses perbaikan perahu saat kemarau menurutnya lebih mudah dilakukan. Sebab proses perbaikan membutuhkan proses pengeringan kayu, bambu hingga cat dan dempul yang diaplikasikan pada perahu.

Sopian (kopiah merah) melakukan proses perbaikan dengan menambal bagian perahu yang bocor di pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (12/10/2019) – Foto: Henk Widi

“Kondisi alam mendukung dengan ombak yang landai sehingga tidak menyentuh bibir pantai,” ungkap Sopian.

Selain nelayan perahu katir atau ketinting, pengedokan juga dilakukan pada perahu bagan congkel dan bagan apung. Perbaikan dilakukan dengan menepikan bagan apung ke perairan dangkal. Perbaikan yang kerap dilakukan menurutnya dengan mengganti bambu kayu dan drum pelampung.

Penggantian bahan baru menjadi cara agar bagan lebih tahan lama dipergunakan untuk menangkap ikan di perairan Selat Sunda.

Sopian menyebut usai perbaikan perahu ia bisa melalukan aktivitas menangkap ikan di Selat Sunda. Selama kemarau aktivitas menangkap ikan oleh nelayan tradisional lebih mudah dilakukan. Sebab perairan di wilayah tersebut bersih.

Saat penghujan alat tangkap jaring dan pancing terganggu oleh sampah. Pengedokan diakuinya sekaligus memperbaiki pancing rawe dasar dan jaring yang digunakan untuk menangkap ikan.

Lihat juga...