Gubernur Lepas 16 Kafilah STQH Sumbar, Berangkat ke Pontianak
Editor: Makmun Hidayat
PADANG — Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melepas kafilah dalam rangka mengikuti Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) Nasional ke XXV di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat di ruang rapat Istana Gubernuran, Rabu (26/6/2019).
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melepas peserta STQH sebanyak 16 peserta dan keanggotaan tim sebagai pendamping dan pelatih sebanyak 43 orang peserta yang akan bersaing di sembilan cabang dan delapan golongan perlombaan yang akan berlangsung sejak 27 Juni sampai 6 Juli 2019.
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan, Alqur’an diturunkan sebagai petunjuk dan tuntunan kehidupan bagi umat manusia untuk memperoleh kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Dikatakannya lagi kitab suci Alquran tidak hanya berisi prinsip-prinsip keimanan, tetapi juga sumber nilai-nilai kebersamaan yang pesan moral yang luhur dan agung.
Gubernur Irwan Prayitno berpesan kepada peserta, pembina, pendamping dan official bisa mengembalikan kejayaan Sumbar dalam ajang Tilawatil Qur’an di tingkat nasional tahun 2020.
“Saya berharap Sumbar bisa mencapai lima besar atau paling tidak enam besar seperti tahun sebelumnya. Apalagi saat ini kita sudah berjuang dengan mendatangkan pelatih-pelatih hebat. Karena kita banyak memiliki bibit-bibit yang unggul dan potensial dalam seni membaca, hafidz dan cabang lain Alqur’an,” jelasnya
Lebih lanjut gubernur juga berpesan, agar kafilah selalu menjaga kesehatan, kebugaran tubuh, menjaga pola makan, minum, dan istirahat.
“Yang terpenting jaga kesehatan, jangan sampai sampai terkena flu atau batuk, karena itu mengganggu pita suaranya, apalagi daerah Pontianak terkenal dengan cuaca panas,” ingatnya.
“Kalau sudah terkena pilek, batuk sedikit saja, semua persiapan akan sia-sia, istirahat cukup, selalu fokus, Insyaallah akan berjalan dengan sukses,” tambahnya.
Irwan juga mengingatkan kepada official selalu mendampingi agar terus mengawasi kondisi kesehatan peserta dan pikiran peserta tetap dalam kondisi prima, supaya ketika tampil peserta tidak grogi. Selain itu official dapat memberikan semangat dan tetap menjaga nama baik Ranah Minang yang memiliki filosofi “Adat Basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah”.
“Untuk para peserta sekalian raihlah prestasi dan harumkan nama Sumbar, selamat jalan semoga sukses dan kembali dengan selamat,” tutupnya.
Irwan menyebut ke enam delegasi Sumatera Barat yang akan bersaing dengan kafilah dari provinsi seluruh Indonesia merupakan para qori an qoriah terpilih dan terbaik dari Provinsi Ranah Minang. Ia berharap segala persiapan yang dilakukan selama ini dapat berbuah hasil berupa prestasi yang akan membanggakan Sumatera Barat nantinya di mata nasional.
Gubernur menjelaskan, persiapan berupa latihan yang dilakukan kafilah Sumatera Barat selama ini adalah bentuk sunatullah, yaitu berusaha dan berikhtiar sebelum menuai hasil. Menurut Irwan bila usaha keras telah dilakukan, hasil tidak akan berbohong.
Menurutnya, ajang STQH ini juga sebagai bagian persiapan Sumatera Barat, untuk menghadapi MTQ Nasional 2020 nanti di mana Sumatera Barat, akan bertindak sebagai tuan rumah. Sumatera Barat baru saja menyelesaikan MTQ Nasional tingkat Sumatera Barat pekan lalu. Irwan berharap segala persiapan dan perlombaan yang diikuti kafilah Sumatera Barat sebelum MTQ 2020 dapat menempa kualitas peserta.
Irwan berpesan, sebelum berangkat ke Pontianak, para kafilah menjaga kondisi kesehatan. Termasuk menjaga pola makan, minum, dan istirahat. Irwan menyamakan qori dan qoriah dengan penyanyi. Di mana para penyanyi top akan istirahat cukup sebelum tampil supaya kondisi pita suaranya tetap terjaga.
Kepada offcial diminta harus memastikan kesehatan dan pikiran peserta tetap dalam kondisi baik. Supaya ketika tampil, peserta dari Sumbar tidak grogi. Satu hal lagi yang disebutkan Gubernur kepada para peserta adalah pemaknaan dalam membaca kitab suci Alquran.
Membaca Alquran menurut Irwan akan memberikan dampak positif pada diri individu yang selalu membacanya. Qori dan Qoriah sebaiknya tidak menjadikan skill membaca Alquran sebagai profesi. Tapi untuk sebagai ibadah kepada Allah SWT.
“Niatkan membaca Alquran untuk ibadah kepada Allah. Kalau niatnua juara, dapat emas, yang dapat itu saja. Tapi kalau diniatkan untuk ibadah kepada Allah, maka dampaknya selain prestasi, juga kepada kepribadian. Segala sesuatu, tergantung dari niat,” tutupnya.
Sementara itu Kepala Biro Bina Mental Seketariat Daerah Sumatera Barat Syaifullah melaporkan, bahwa STQH ke XXV tahun ini dilaksanakan di Kota Pontianak yang rencananya dibuka pada tanggal 29 Juni.
Selain itu, Syaifullah juga meyakini bahwa para kafilah Sumatera Barat mampu bersaing dengan peserta dari 33 provinsi lainnya se-Indonesia. Untuk itu, kepada official diminta untuk mempersiapkan dan mematangkan seluruh peserta. Selama di Pontianak, akan dilatih kembali selama kurang lebih 10 hari.
Dari Kafilah 16 orang peserta diantaranya adalah akan ikut bertanding, yakni cabang Tilawah anak-anak putra dan putri, Tilawah Dewasa putra putri, Hafizd 1 Juz, dan Hafizd 5 Juz, Hafizd 10 Juz, Hafizd 10 Juz, Hafizd 20 Juz, dan Hafizd 30 Juz putra putri serta Tafsir Bahasa Arab putra.
“Tetap semangat dan junjung tinggi sportivitas, dan saya berpesan agar menjaga diri masing masing, selamat jalan, selamat berjuang, dengan niat yang tulus, Insya Allah, Allah selalu menyertai kita semua, Aamiin YRA,” sebut Syaifullah.