Agama Hindu, Modal Pengembangan Pariwisata Budaya di Gianyar

Editor: Mahadeva

GIANYAR – Desa Mas, Kecamatan Ubud, mewakili Kabupaten Gianyar pada ajang Desa Wisata Award Provinsi Bali Tahun 2019.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, Anak Agung Mas Bagiawati, mengatakan, budaya Bali yang dijiwai oleh Agama Hindu, menjadi modal dasar Pengembangan Pariwisata Budaya di Kabupaten Gianyar.

Budaya dan Agama Hindu, menyatu seolah tidak terpisahkan dari keseharian masyarakat Gianyar. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama Kabupaten Gianyar, bagi wisatawan dari berbagai belahan dunia. “Potensi inilah yang dikembangkan untuk mendukung industri pariwisata di Kabupaten Gianyar,” terang Mas Bagiawati Kamis, (13/6/2019).

Dalam rangka mendukung pengembangan industri pariwisata, peran masyarakat sangat diharapkan. Untuk itu, Pemkab Gianyar melalui SK Bupati Gianyar NO.429/E-02/HK/2017, tentang penetapan Desa Wisata di Kabupaten Gianyar, telah menetapkan Desa Mas sebagai Desa Wisata.

Desa Mas juga telah membentuk Kelembagaan Pengelola Desa Wisata, yang anggotanya terdiri dari para pelaku pariwisata dan masyarakat. Lembaga tersebut berperan menjadi penggerak dan mendukung terciptanya iklim kondusif pariwisata.

“Semenjak ditetapkan beberapa desa sebagai Desa Wisata di Kabupaten Gianyar, kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi pelaku pariwisata di Desa Wisata menjadi prioritas utama. Dengan harapan, kualitas pariwisata di desa akan lebih baik, dan wisatawan akan melirik desa sebagai tujuan utama kegiatan wisata mereka,” tandas Mas Bagiawati.

Plt. Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Bali yang juga selaku Koordinator Tim, Ni Nyoman Ayu Andriani, mengatakan, sebagai daerah tujuan wisata dunia pembangunan kepariwisataan Bali tidak menghadapi tantangan yang sedikit.

Munculnya destinasi-destinasi pesaing baru, merupakan tantangan yang dapat berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kunjungan wisatawan ke Bali.

“Untuk pembangunan kepariwisataan berkelanjutan seperti pelestarian sumber daya budaya, kearifan lokal serta sumber daya alam pedesaan diperlukan berbagai terobosan secara terpadu dan bersinergi antara pemerintah, kalangan swasta dan masyarakat. Melihat potensi yang ada saat ini, serta untuk memperkaya daya tarik wisata maka pengembangan Desa Wisata menjadi pilihan,” kata Ayu Andriani.

Penghargaan Desa Wisata (Desa Wisata Award) 2019, sebagai salah satu wujud upaya memotivasi Kepada Desa Wisata. Harapannya, mereka bisa memaksimalkan peran strategis Desa Wisata untuk mendukung pembangunan khususnya di bidang kepariwisataan.

Lihat juga...