Warga di Lamsel Isi Bulan Puasa dengan Berwisata
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Masyarakat di Lampung Selatan (Lamsel) melakukan berbagai aktivitas untuk mengisi Bulan Suci Ramadan 1440 Hijriah/2019. Di antaranya dengan mengunjungi sejumlah objek wisata, seperti Menara Siger. Juga wisata bahari dengan sajian kesejukan dan keindahan alam pantai Belebuk, di Desa Totoharjo.
Andi, warga Bakauheni, mengaku saat libur Ramadan kerap mengisi kegiatan sehabis sahur dan sebelum berbuka puasa, dan seusai sahur pada hari Minggu ia kerap memilih melakukan aktivitas fisik bersama kawan-kawan. Pemuda yang merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Lampung tersebut, juga memilih memancing ikan sebagai pengisi bulan puasa. Kolam ikan yang dibuat di embung Menara Siger disebutnya menyediakan lokasi pemancingan.
Kolam pemancingan yang dikelola oleh pengurus Menara Siger tersebut, menerapkan sistem timbang. Jenis ikan yang disediakan di antaranya nila, mas dan mujair. Memanfaatkan alat pancing yang disediakan pengelola, Andi bisa menyewa Rp10.000 per pancing, lengkap dengan umpan buatan. Setelah mendapat ikan hasil pancingan, bisa dibawa pulang dengan harga Rp25.000 per kilogram.

“Sebagai pengisi waktu libur sekaligus untuk mendapatkan lauk, saya kerap memancing ikan di objek wisata Menara Siger, karena suasananya sejuk sembari bisa bersosialisasi bersama dengan kawan yang lama tidak berjumpa,” terang Andi, Minggu (12/5/2019).
Menurut Andi, memancing di objek wisata Menara Siger bisa dilakukan saat pagi dan sore hari. Selain bisa mengisi waktu dengan memancing, keberadaan lokasi jogging track sepanjang lebih dari satu kilometer bisa dipergunakan.
Kesejukan suasana objek wisata Menara Siger diakuinya sangat terasa, karena berbagai pohon peneduh tertata rapi di lahan puluhan hektare tersebut. Selain menjadi objek wisata buatan, hutan alami kawasan tersebut juga bisa menjadi ruang terbuka hijau untuk relaksasi.
Sejumlah pemancing juga bisa menikmati aktivitas mendapatkan ikan di kolam Menara Siger. Ikan yang dipelihara sengaja dipersiapkan untuk kegiatan memancing selama Ramadan.
Menara Siger yang dilengkapi dengan wahana permainan, semakin menarik bagi pengunjung selama Ramadan. Sigit, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Provinsi Lampung, menyebut tingkat kunjungan meningkat saat Ramadan.
Peningkatan kunjungan ke Menara Siger dari hari biasa hanya puluhan orang bisa mencapai ratusan orang per hari. Kegiatan mengisi hari libur dilakukan warga sehabis sahur dengan olahraga atau sekadar berjalan kaki.
Keberadaan wahana permainan bagi anak-anak, juga membuat sejumlah orang tua semakin nyaman. Fasilitas odong-odong, kereta mini, dan komedi putar mini menjadi daya tarik warga menghabiskan waktu libur dan sore jelang waktu berbuka puasa.
“Pengelola memang memanfaatkan momen bulan Ramadan dengan tren atau tradisi ngabuburit. Banyak warga berkumpul di objek wisata Menara Siger,” terang Sigit.
Ramainya aktivitas masyarakat mengisi waktu libur dan ngabuburit, membuat pengelola menerapkan sistem buka tutup. Sistem buka tutup dilakukan, ketika halaman sisi barat Menara Siger sudah penuh oleh ratusan kendaraan.
Menurut Sigit, sisi barat kerap digunakan untuk mengisi waktu sore hari menikmati matahari terbenam (sunset). Saat hari libur selama Ramadan, sisi timur juga kerap digunakan menikmati matahari terbit (sunrise).
Pengunjung yang dominan warga sekitar Bakauheni membuat pengelola tidak mengenakan tiket masuk, meski tiket normal Rp5.000 untuk motor dan Rp20.000 untuk mobil.
Selain Menara Siger, objek wisata bahari alternatif saat Ramadan adalah pantai Belebuk. Kunjungan ke pantai meski tidak seramai saat hari libur biasa, namun tetap menjadi pilihan masyarakat.

Rahmat, ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Ragom Helau, pengelola objek wisata pantai Belebuk, mengaku suasana sejuk menjadikan masyarakat memilih berwisata ke pantai. Sebagian pengunjung di antaranya merupakan warga sekitar Bakauheni dan dari wilayah lain.
“Meski bulan puasa, kegiatan berlibur di pantai masih menjadi pilihan, apalagi kondisi cuaca sejuk mendukung untuk liburan,” paparnya.
Rahmat menyebut, saat hari biasa warga kerap menikmati liburan di pantai Belebuk dengan kegiatan bancakan. Namun saat Ramadan, warga kerap hanya menikmati suasana pantai dengan mandi dan melakukan swafoto.
Keunikan pantai Belebuk yang menjadi muara sungai Sumber Muli, membuat warga bisa menikmati mandi air tawar dan air laut secara bersamaan. Tanpa harus membilas di kamar mandi, pengunjung bahkan bisa berbilas di muara sungai berbatu yang bersih dan segar.