Gateball Mulai Populer Dikalangan Muda Bali

Editor: Mahadeva

DENPASAR – Cabang olahraga Gateball makin populer di kalangan muda Bali. Olahraga tersebut, bisa disebut sebagai cabang hasil memodifikasi permainan croquet (permainan bola kayu).

Permainan dilakukan dengan menggunakan alat seperti palu untuk memukul, dan memasukan bola ke gawang. Olahraga tersebut makin populer di Indonesia tidak terkecuali di Bali. Di Kota Denpasar, olahraga tersebut digandrungi kalangan pelajar SMA.

Sonia Adnyawati, pelajar kelas tiga SMA ini merupakan atlet olahraga Gateball Bali yang sudah malang melintang di berbagai kejuaraan baik tingkat daerah maupun nasional.-Foto: Sultan Anshori.

Sonia Adnyawati, pelajar kelas tiga SMA di Denpasar merupakan atlet Gateball Bali. Dia sudah malang melintang di berbagai kejuaraan, baik tingkat daerah maupun nasional. Seperti kejuaraan tingkat kota, bahkan turnamen multi cabang tertinggi di Indonesia yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON), juga sudah diikuti.

Di PON , Dia sukses merebut juara satu di nomor ganda putri. Sonia, sapaan akrabnya, sudah sejak enam  tahun belakangan menggeluti olahraga tersebut. Awal mula Dia menyukai olahraga itu, saat ikut dan dikenalkan oleh saudara sepupunya. “Ya, awalnya sih penasaran dan coba-coba. Akhirnya kok suka,” ucap Sonia saat ditemui di kawasan Jalan Hayam Wuruk Kota Denpasar, Jumat, (29/3/2019).

Gateball, menonjolkan aksi dan akurasi pukulan serta strategi tim. Sistem permaianannya, dengan memukul bola melewati tiga gawang. Permainan selesai, bila telah menyentuh goal-pole (tujuan akhir bola yang diarahkan ke sebuah tiang).

Pemenang ditentukan oleh jumlah total nilai yang diperoleh selama 30 menit waktu permainan. Penentuan poin, jika setiap bola berhasil masuk ke gawang, mendapatkan poin satu. Sehingga saat sampai gawang ketiga mendapat tiga poin. Jika bola mengenai goal-pole, tim akan mendapatkan dua poin. Sehingga, setiap pemain maksimal bisa mendapatkan lima poin.

“Olahraga gateball terdiri dari dua tim yaitu tim bola merah dan tim bola putih. Masing-masing tim terdiri dari lima pemain. Tim merah memegang bola ganjil (1,3,5,7,9). Sementara tim putih memegang bola genap (2,4,6,8,10). Gateball dimainkan di lapangan persegi panjang berukuran 15 x 20 meter,” jelas Sonia.

Gateball merupakan permainan cepat, namun tidak ada kontak fisik antar pemain. Sangat memerlukan kemampuan akurasi, dan perencanaan, serta penerapan strategi. Sehingga, gateball dikatakan sebagai permainan yang sangat memerlukan kedinamisan tinggi dalam berstrategi.

Permainan gateball menjunjung tinggi kerja sama tim, dan pukulan yang bagus. “Pasalnya, di setiap pergerakan bola akan menentukan hasil akhir pertandingan. Setiap pemain juga dituntut mempunyai insting yang baik. Kapan harus membantu teman dan kapan harus menyerang lawan. Dalam permainannya, olahraga ini bisa saling membantu memasukan bola teman dan juga mempersulit lawan dengan membuang bola lawan keluar garis lapangan dengan cara yang dinamakan Touch dan Sparking,” tuturnya.

Di Bali, sudah banyak komunitas pecinta Gateball. hampir di semua Kabupaten dan Kota sudah ada komunitasnya, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Sementara untuk tempat latihan, tergolong banyak menggunakan lapangan rumput terbuka seperti lapangan Renon, halaman PLN Bali dan di Taman Jepun Denpasar.

“Kalau diperkirakan peminatnya di Bali sekitar ratusan. Untuk alat olahraga kita beli masing-masing. Harganya cukup lumayan mahal. Satu set yang terdiri dari stik dan bola, berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta,” pungkas wanita berusia 17 tahun tersebut.

Lihat juga...