Bank Indonesia Perwakilan Sumbar Dipimpin Putra Daerah

Editor: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Merintis karir di Bank Indonesia sejak tahun 1994 hingga diangkat menjadi pegawai tahun 1995, Wahyu Purnama A telah melanglang buana ke beberapa daerah di Indonesia. Baik itu dari staf hingga puncak tertinggi menjadi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di beberapa daerah, serta Kepala Departemen Regional Bank Indonesia yang mengkoordinir kantor Bank Indonesia di Sumatera.

Namun, perjalanan karir yang cukup panjang membawanya untuk mengabdi di kampung halaman Sumbar menjadi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat menggantikan Endy Dwi Tjahjono yang telah 1,5 tahun di posisi itu. Endy yang digantikannya akan mengemban tugas baru menjadi Kepala Grup di Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.

“Rasanya senang sekali ditugaskan di kampung halaman. Insyaallah ke depan saya akan melanjutkan tugas-tugas yang telah dibangun Pak Endy selama beliau merintis karir di Sumbar,” ujar Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumbar yang baru, Wahyu Purnama A, saat serah terima jabatan di Aula Anggun Nan Tongga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Jumat (29/3/2019).

Dilanjutkan pria kelahiran Padang, 2 Maret 1968 lalu ini, sebagai bank sentral, tentunya Bank Indonesia akan membantu Pemerintah Daerah dalam menjaga kestabilan inflasi, sebab idealnya inflasi ini mesti tetap rendah.

“Maka untuk itu Pemda dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mesti selalu berkoordinasi dalam mengawal pengendalian inflasi ini. Di bawah Pak Endi di Sumbar, kerjasama dengan TPID sudah berjalan dengan baik. Bahkan di bawah Pak Endi, Provinsi Sumatera Barat meraih penghargaan tahun 2017 sebagai daerah pengendali inflasi terbaik. Oleh karena itu akan kita lanjutkan,” tutur Wahyu yang juga berkampung halaman di Saniangbaka, Solok tersebut.

Disebutkannnya, inflasi terkendali maka akan berdampak kepada masyarakat. Selain pengendalian inflasi, Bank Indonesia juga akan menjaga kelancaran sistem pembayaran dengan tersedianya peredaran uang rupiah dengan jumlah yang mencukupi.

“Kemudian, kita akan mengembangkan ekonomi syariah, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan program sosial Bank Indonesia,” jelasnya.

Kesempatan yang sama, Endy Dwi Tjahjono mengungkapkan, selama menjalankan tugas di Sumbar, dirinya sangat berkesan selama berada di sini. Selama ini kerjasama antara pemerintah daerah dengan Bank Indonesia berjalan baik.

Ia menyebutkan, banyak kemajuan yang telah dicapai. Maka untuk itu, diharapkan ke depan Wahyu dapat melanjutkan pencapaian yang telah dilakukan. Apalagi Bank Indonesia Sumbar telah menginisiasi adanya perdagangan antarkabupaten dan kota di Sumatera Barat sehingga dengan cara ini maka akan berdampak kepada pengendalian inflasi.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, menyatakan serah terima jabatan di Bank Indonesia merupakan suatu dinamika yang berkesinambungan.

Hal ini merupakan upaya untuk menjadikan organisasi Bank Indonesia tetap memiliki kinerja dan motivasi yang tinggi, sehingga mendukung fungsi, tugas dan peran, serta tanggung jawab Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter, makroprudensial, sistem pembayaran. Turut mengembangkan perekonomian nasional maupun regional.

“Bank Indonesia senantiasa melakukan pengembangan guna menata sekaligus memperkuat peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia, serta memposisikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia secara tepat dan sesuai dengan perkembangan, tantangan, potensi ekonominya dalam menjalankan fungsi strategic advisory di daerah,” katanya.

Dilanjutkannya, kebijakan Bank Indonesia yang telah ditempuh pada tahun 2018 akan semakin diperkuat pada tahun 2019 ini. Kebijakan Pre-Emptive dan Ahead-the-Curve akan tetap dipertahankan dengan fokus pada stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah sesuai nilai fundamentalnya.

“Kemudian, kebijakan yang akomodatif akan terus ditempuh di bidang makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, dan ekonomi keuangan syariah. Sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Kerjasama, kemitraan dan koordinasi menjadi kebutuhan dalam menjalankan konsep pertumbuhan dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Selanjutnya, peran strategis Bank Indonesia dalam menjalin kerjasama dengan stake holders dan mengawal perekonomian Indonesia, juga dilakukan Pelantikan Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Padang dan Diseminasi Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) Tahun 2018 di Hotel Grand Inna Muara Padang.

Turut hadir dalam serah terima jabatan Anggota Komisi XI DPR RI, Refrizal, Gubernur Sumbar yang diwakili oleh Kepala Biro Perekonomian, Irsyad, serta anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Lihat juga...