Selisih Satu Poin, Perburuan Juara Liga 1 Kian Sengit
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
JAKARTA — Perburuan gelar Liga 1 2018 kian sengit menjelang berakhirnya kompetisi. Saat tinggal dua pertandingan lagi, persaingan meraih titel menyisakan dua tim, PSM Makassar dan Persija Jakarta.
Keduanya silih berganti menguasai puncak klasemen. Persija sempat mengambil alih posisi puncak usai menaklukkan Sriwijaya FC 3-2 di Stadion Wibawa Mukti, Sabtu (24/11/2018). Hanya berselang satu hari, berkat kemenangan telak 4-0 atas Bali United mengembalikan Laskar Juku Eja ke posisi teratas dengan poin 57. Unggul satu poin dari Persija.
Menariknya, pada dua laga terakhir, mereka sama-sama memiliki satu pertandingan tandang dan kandang. Persija akan dijamu Bali United, Minggu (2/12/2018) dan kemudian bertindak sebagai tuan rumah saat menghadapi Mitra Kukar, Sabtu (8/12/2018).
Bagaimana dengan PSM? Setelah dijamu Bhayangkara FC, Senin (3/12/2018), mereka meladeni PSMS Medan di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (9/12/2018).
Siapa terjegal lebih dulu akan ditentukan pada dua laga krusial tersebut. Pelatih Stefano ‘Teco’ Cugurra mengungkapkan laga melawan Bali United akan menentukan langkah Persija.
“Bali United bisa menjadi batu sandungan Persija untuk meraih trofi juara. Kami harus bekerja keras saat menghadapi Bali United. Harus diakui, mereka tim yang bagus. Namun kami harus memenangkan laga itu,” kata Teco, sapaannya.
Pelatih asal Brasil itu memprediksi Bali United bakal menjadi lawan yang sulit. Apalagi, mereka baru saja menelan kekalahan telak dari PSM di kandang sendiri.
“Ini akan menjadi laga yang seru. Kami harus melakukan persiapan dengan baik bila ingin meraih kemenangan,” ujarnya.
Teco tetap optimistis menghadapi laga tersebut. Kemenangan memang menjadi harga mutlak bagi Persija bila ingin menjaga asa meraih trofi liga untuk kali pertama sejak 2001.
Bila sampai gagal meraih poin, peluang Persija menjadi juara liga bakal makin berat. Mereka tentu juga berharap langkah PSM bisa dihentikan Bhayangkara FC.
Persaingan PSM dan Persija memang menarik mengingat keduanya pernah berseteru memperebutkan gelar juara liga musim 2004. Hanya saat itu, gelar liga diperebutkan tiga tim, Persija, PSM dan Persebaya Surabaya.
Saat itu, Persija yang menduduki puncak klasemen hanya butuh hasil imbang untuk mengunci gelar juara. Sayangnya di laga terakhir, Persija kalah 1-2 dari Persebaya. Kekalahan itu memupus harapan Persija dan PSM yang sesungguhnya berhasil mengalahkan PSMS Medan 2-1.
Pasalnya kemenangan atas Persija menjadikan Persebaya tak terbendung. Persebaya dan PSM sama-sama memiliki poin 61. Namun Persebaya unggul selisih gol. Sedangkan Persija yang terpaut satu poin berada di peringkat tiga.
Musim ini, Persija sedikit di atas angin karena unggul head-to-head dengan PSM. Di kandang PSM, mereka kalah 2-3. Sebaliknya, Persija menang 1-0.
Namun perhitungan itu tidak berlaku bila PSM mampu mengalahkan Bhayangkara FC dan Persija kehilangan poin saat dijamu Bali United. Skenario itu bakal memunculkan PSM sebagai juara liga saat kompetisi menyisakan satu laga.
Hanya dalam duel melawan Bhayangkara FC, mereka kehilangan bek andalan Zulkifli Syukur mantan pemain tim nasional ini terpaksa absen karena akumulasi kartu kuning.