Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat, Merry Yuliesday/ Foto: M. Noli Hendra
PADANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat, melibatkan 400 orang dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), di lokasi wisata Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, sebagai upaya mengedukasi masyarakat pentingnya kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Barat, Merry Yuliesday, mengatakan edukasi kesehatan di lokasi wisata merupakan cara yang ampuh untuk memberikan pemahaman. Suasana alam yang segar, akan membuat pikiran menjadi tenang, sehingga peserta yang hadir di kegiatan Germas, menerima apa yang disampaikan oleh Dinkes.
Ia menjelaskan, edukasi Germas, seperti mengenalkan cara pola hidup sehat, mulai dari soal pentingnya berolahraga, hingga pentingnya mengkonsumsi makanan yang sehat.
“Intinya, acara itu edukasi kesehatan, dan 400 peserta itu dari berbagai kalangan, mulai dari para pelajar hingga ibu-ibu. Setelah selesai edukasi, akan ada acara hiburan, untuk menciptakan suasana lebih tenang,” katanya, Jumat (26/10/2018).
Menurutnya, edukasi tentang kesehatan rutin dilakukan, terutama melalui Germas. Momen Germas adalah suatu hal yang bagus. Banyak orang yang hadir. Harapannya, semakin banyak masyarakat yang ikut, akan semakin luas pula penyebaran sosialisasi kesehatannya.
Merry menyebutkan, informasi kesehatan yang disampaikan itu, tidak hanya sekadar di ucapan saja. Tetapi, ada evaluasi di kemudian hari. Tujuannya, untuk mencari tahu, sejauh mana pemahaman masyarakat tentang pentingnya hidup sehat.
“Germas menjadi sebuah gerakan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Jadi, saya rasa salah satu jawaban dari hal itu, Germas bisa menjadi solusinya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Germas dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian. Apalagi, Germas juga dapat dilakukan dengan cara melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban sehat.
Merry juga menyatakan, Germas yang merupakan program Kementerian Kesehatan RI itu, turut memberikan peran terhadap masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, terjauh, dan tertinggal.
Di Sumatra Barat, pemerintah terus berupaya menciptakan hidup sehat bagi masyarakat. Terutama, di daerah terpencil, terjauh, dan tertinggal seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat dan Solok Selatan.
Ia menyebutkan, melalui Germas Pemprov Sumatra Barat bisa melakukan monitoring ke daerah yang di terpencil, terjauh, dan tertinggal tersebut. Dinkes sendiri akan memprioritaskan daerah tertinggal dalam mewujudkan hidup sehat.
Untuk itu, kepada Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota, bahkan hingga Puskesmas, bisa melakukan monitoring terhadap kesehatan masyarakat di daerah terpencil, terjauh, dan tertinggal.
“Melalui Germas, diharapkan masyarakat dapat menjalankan perilaku hidup sehat dan bersih, mengingat rentannya jenis penyakit yang dapat menjangkiti masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, untuk mencapai daerah-daerah terpencil, terjauh, dan tertinggal itu, bisa dibantu oleh tiap-tiap Puskemas, karena Puskesmas berada di setiap kecamatan yang ada di setiap kabupaten dan kota.
Untuk itu, ia meminta kepada Dinas Kesehatan di masing-masing daerah kabupaten dan kota, agar bersama-sama turun ke lapangan untuk menciptakan hidup berrsih bersama program Germas.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengatakan perlu adanya upaya untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga. Bahkan, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Permen Kesehatan tentang pedoman penyelengaraan program Indonesia Sehat, dengan pendekatan keluarga.
“Jika pendekatan keluarga ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka dapat dipastikan akan meningkatkan pencapaiaan standar pelayanan minimal bidang kesehatan di kabupaten dan kota,” ungkapnya.
Menurutnya, penyelenggaraan program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga juga perlu melibatkan lintas sektor Germas. Hal tersebut dapat mewujudkan kesehatan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, dan secara tidak langsung hal yang demikian dapat membentuk Indonesia Sehat.
Nasrul juga meminta Puskesmas yang langsung bersentuhan dengan masyarakat di daerah, untuk mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki, dalam rangka menyelesaikan permasalahan kesehatan tersebut. Puskesmas juga diminta untuk aktif mengambil peran tersebut, dalam mencerdaskan masyarakat untuk hidup sehat.