Terganjal Lahan, Pembangunan Jalan Wisata Religi Belum Dilanjutkan

Ilustrasi - Dok CDN

KULON PROGO  – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, belum bisa melanjutkan pembangunan Jalan Slanden-Promasan-Mbolo menuju kawasan wisata religi Sendangsono karena terganjal pembebasan lahan.

“Kelanjutan pembangunan Jalan Slanden-Promasan-Mbolo terkendala pembebasan lahan karena beberapa warga minta harga tanah di atas nilai yang ditetapkan tim appraisal,” kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Langgeng Raharjo di Kulon Progo, Sabtu.

Ia mengatakan, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo juga sudah turun langsung dalam pembebasan lahan. Bupati melakukan pendekatan secara personal kepada pemilik tanah. Namun, masyarakat tetap bersikeras minta harga tanah di atas appraisal.

“Kami telah melakukan berbagai upaya pembebasan lahan cepat dilaksanakan, namun belum membuahkan hasil,” katanya.

Langgeng mengatakan, pemkab akan melakukan pembebasan ulang tanah menuju wisata religi Sendangsono pada 2019, dan dilanjutkan pembangunannya pada 2020.

“Pembebasan lahan diharapkan cepat selesai. Kemudian langsung dibangun jalannya. Kalau pariwisata di sana berkembang, ekonomi masyarakat juga diharapkan berkembang,” katanya.

Camat Kalibawang, Hendri Usdiarka, mengatakan, pada 2014 Pemda DIY melakukan pembebasan lahan Jalan Slanden-Promosan-Mbolo, namun belum ada rencana pembangunan jalan dan penyelesaian pembebasan lahan.

“Sampai saat ini, lahan yang dibebaskan mangkrak, pembangunan jalan juga belum ada kelanjutan. Kami berharap pemkab segera melanjutkan pembangunan Jalan Slanden-Promosan-Mbolo supaya kawasan wisata religi Sedangsono menjadi wisata andalan,” kata Usdiarka.

Ia mengatakan, Kalibawang sebagai kawasan penyangga KSPN Borobudur dan jalan utama menuju Borobudur dari bandara yang ada di Kecamatan Temon perlu ada peningkatan infrastruktur jalan.

“Saat ini, jalan Bedah Menoreh masih sempit dan belum mampu dilewati bus ukuran besar, sehingga perlu dilakukan peningkatan jalan supaya bus mini masuk ke objek wisata,” kata Usdiarka.

Saat ini, lanjut Usdiarka, banyak jalan Bedah Menoreh yang rusak parah. Di sisi lain, pemkab belum ada rencana pembangunan jalan di Kalibawang dalam rangka kendukung Sendangsono atau pun rencana Kalibawang sebagai kawasan penyangga KSPN Borobudur.

“Pembangunan infrastruktur di Kalibawang atau kawasan Bukit Menoreh sangat mendesak dan sangat diperlukan. Hal ini sebagai penyeimbang pembangunan kawasan selatan dan kawasan utara,” katanya. (Ant)

Lihat juga...