LAPAN Kembangkan Potensi Persatelitan Dunia
Editor: Satmoko Budi Santoso
BADUNG – Indonesia terus mengembangkan potensi teknologi di bidang persatelitan dunia. Bahkan yang terbaru Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan meluncurkan satelit terbarunya di tahun 2020 yaitu satelit LAPAN-A4.
Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa LAPAN, Dr. Rika Andiarti, mengatakan, satelit LAPAN-A4 itu merupakan jenis mikro generasi ke-4 buatan LAPAN kerja sama dengan Chiba University.
“Saat ini sedang tahap penyelesaian dan juga masih procurement beberapa komponen. Di tahun depan akan dilakukan proses integrasi dan texting. Akhir tahun depan harusnya Satelit LAPAN-A4 sudah tahap penyempurnaan. Dan di tahun 2020 akan kami luncurkan,” kata Dr. Rika Andiarti, di sela-sela kegiatan International Conference On Aerospace Electronics And Remote Sensing Technology (ICARES) 2018 yang digelar di Bali, Kamis (20/9/2018).

Rika menambahkan, satelit LAPAN-A4 ini merupakan satelit yang multifungsi digunakan untuk observasi bumi, monitoring kapal laut, dan mengukur medan magnet bumi.
“Sementara untuk komponen satelit dari LAPAN-A4 ini sendiri dirancang dan dikembangkan sendiri di dalam negeri,” imbuh Rika.
Kata Rika lagi, peluncuran satelit LAPAN-A4 itu merupakan jawaban dari tantangan persaingan dunia persatelitan dunia yang semakin cepat. Apalagi di era Industri 4.0 teknologi antariksa menjadi tulang punggung utama dalam industri tersebut. Karena ciri dari industri 4.0 dengan IOT Big Data dan otomasi jaringan sangatlah berkaitan.
“Untuk di Indonesia sendiri, selama ini kepemilikan satelit masih berasal dari luar negeri. Artinya komponen satelit dibuat dari negara lain. Padahal kebutuhan satelit ke depan semakin banyak. Nah target LAPAN ke depan yang utama adalah memiliki kemandirian dalam penguasaan berbagai macam teknologi satelit dalam segi apa pun. Baik satelit untuk observasi maupun satelit dalam bidang komunikasi,” kata perempuan berhijab itu.
Tapi, memang, kata Rika, di dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap. Karena hal ini berkaitan dengan sumber pembiayaan yang tidak sedikit.
“Kita beli komponen dari luar negeri saja mahal apalagi buat sendiri. Tapi kita berharap ke depan bisa dicari solusi bersama-sama. Termasuk adanya dukungan dari para pelaku industri seperti yang dilakukan oleh negara luar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin mengatakan, topik yang dibahas pada kegiatan 2018 IEEE International Conference On Aerospace Electronics And Remote Sensing Technology kali ini adalah upaya meningkatkan kualitas kontrol, komunikasi, dan penginderaan bumi berbasis ruang angkasa.
“ICARES 2018 menjadi wadah untuk diseminasi informasi yang terbaru yaitu teknologi sensor dan wahana berbasis antariksa yang meliputi teknologi satelit mikro dan UAV, komunikasi perangkat seluler di darat dan laut, desain kontrol stokastik wahana antariksa, serta pengembangan penginderaan jauh gelombang mikro, teknologi SAR, dan Big SAR,” kata Djamaludin.