Idap Epilepsi, Shiva Diusir dari Rumah

Editor: Mahadeva WS

Pasien Poli Syaraf RSUD Kota Bekasi, Shiva (foto M Amin)

BEKASI – Shiva Fauziah (21), pasien tetap Poli Syaraf, RSUD Kota Bekasi, sempat menjadi perhatian umum saat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit setempat, Jumat (21/9/2018). Dia harus terbaring di ranjang rumah sakit, setelah pingsan akibat penyakit efilepsinya kambuh.

Dengan mengenakan jilbab, dan membawa tas ransel, Shiva, datang sendirian ke RSUD Kota Bekasi. Dia datang hanya untuk bertemu Suster Aini. Kedatangan Shiva hanya dikarenakan rasa kangen dengan Suster Aini, sehingga nekat datang ke RSUD Kota Bekasi.

Shiva datang membawa Kitab Al-Qur’an ukuruan kecil untuk diberikan kepada Suster Aini. Hadiah tersebut diberikan karena Suster Aini dianggap baik selama merawatnya di Polisyaraf. Shiva terkesan atas kebaikan Suster Aini. Usai mengantar Alquran, Shiva tiba tiba pingsan di ruang Polisyaraf, Dia pingsan dan kejang. Shiva dibawa perawat ke UGD.

Sambil duduk di ranjang RSUD Kota Bekasi, Shiva menyebut, telah diusir dari rumah. Dan Dia tidak ingin pulang ke rumah lagi karena karena telah diusir kakaknya. “Tolong, saya hanya ingin di bawa ke Dinas Sosial. Ke RSUD, saya naik angkot hanya ingin mengantarkan Alquran ke Suster Aini,” papar Shiva.

Selain diusir, Dia mengaku kerap dipukuli karena dianggap anak yang menyusahkan, tidak berguna dan membuat malu keluarga karena penyakit yang dideritanya. Shiva tinggal di Jatiasih, Kota Bekasi, dan hanya diurus oleh nenek dan kakaknya. “Ibu sudah ngga ada, hanya tinggal bapak tapi sudah menikah lagi. Dan saya di rumah dirawat sama nenek yang juga sakit sakitan,” ucap Shiva lirih setengah berbisik.

Perawat pelaksana Poli Syaraf, RSUD Kota Bekasi, Mulyana Aini, Amk, menyebut, Shiva Fauziah adalah pasien tetap Poli Syaraf RSUD Kota Bekasi. Shiva datang hanya untuk memberinya Alquran. Jadwal berobat Shiva rutin setiap bulan dan sudah ditentukan waktunya. Dia berobat ditemani neneknya. Dan hanya sesekali berobat sendiri, dikarena neneknya sakit dan tidak bisa mengantar.

“Memang kasihan nasib, Shiva, dia menderita epilepsi, dan selama ini jika berobat selalu diantar neneknya yang juga mulai sakit sakitan. Secara ekonomi memang kelihatannya kurang dan mereka berobat dengan menggunakan kartu sehat (KS),” jelasnya.

Epilepsi harus diobati secara ekstra rutin. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan pengobatan secara berkala. Epilepsi adalah penyakit bawaan keturunan, biasanya diderita orang yang pernah terbentur kepalanya. Epilepsi adalah gangguan di bagian kepala.

Lihat juga...