Korban Gempa Keluhkan Distribusi Bantuan Terputus
LOMBOK UTARA — Korban gempa di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berada di dekat episentrum guncangan mengeluhkan distribusi bantuan pemerintah yang terputus.
“Ada bantuan itu pak, tapi semuanya numpuk di kades (kepala desa) sama kadusnya (kepala dusun), tidak disalurkan ke kami,” kata Burhanudin, warga Dusun Batu Keruk, Desa Akar-akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Jumat (10/8/2018).
Keluhannya disampaikan saat ditemui di sumber mata air Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, senada disambut oleh warga lainnya.
“Bantuan itu cuma sampai di pinggir jalan provinsi saja. Padahal yang paling parah itu, rumah-rumah yang ada di atas, ke dalam lagi pak,” kata Abdul Karim, warga Dusun Dompo Indah, Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara.
Dia melanjutkan bahwa pascagempa berkekuatan 7 Skala Richter yang terjadi Minggu (5/8) malam, warga di desanya belum tersentuh bantuan dari pemerintah.
“Ada bantuan, tapi itu dari keluarga. Itu pun kami lihat belum mencukupi, terbatas,” ujarnya.
Karena itu, sampai saat ini Abdul Karim bersama warga desanya dikatakan mencoba bertahan hidup di lokasi penampungan dengan sisa persediaan yang ada dalam reruntuhan rumahnya dan hasil kebun.
“Apa yang ada dah pak, ubi ada, ubi kita masak, ada sisa beras, itu kita masak,” ucapnya ketika sedang menunggu tanki airnya penuh untuk pasokan warga di kampung halamannya.
Begitu juga disampaikan oleh Ibu Rusmini, warga Desa Anyar, yang punya warung di depan Puskesmas Bayan, mengaku sejak gempa dahsyat pertama dengan kekuatan 6,4 SR terjadi, dia bersama keluarganya hanya makan mie instan.
“Sejak gempa pertam kita makan seadanya, makan mie-mie saja,” ucapnya yang juga mengatakan warga desanya belum terjamah bantuan pemerintah.
“Tikar, terpal belum juga ada,” katanya. [Ant]