BKP Lampung Catat Kenaikan Pengiriman Hewan Jelang Idul Adha
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung Wilayah Kerja Pelabuhan Bakauheni mencatat terjadi kenaikan pengiriman hewan dari Pulau Sumatera ke Jawa.
Drh.Isaias Gilang Aditya, petugas medik veteriner pertama BKP Kelas I Bandarlampung Wilker pelabuhan Bakauheni menyebutkan, komoditas hewan ternak yang banyak dikirim berupa kambing dan sapi. Sebagian besar untuk kebutuhan hewan kurban.
Sejak awal Agustus, BKP Kelas I Bandarlampung Wilker Pelabuhan Bakauheni mencatat telah melalulintaskan sebanyak 9.880 ekor sapi dari Sumatera ke Jawa. Jumlah tersebut jika dirata-rata dalam sehari sebanyak 494 ekor.
Selain itu sebanyak 16.223 ekor kambing atau rata rata 811 ekor per hari. Jenis sapi dan kambing yang dikirimkan disebut Drh.Isaias berasal dari Kabupaten Lampung Tengah, Pringsewu, Pesawaran, Lampung Selatan dan sejumlah kabupaten lain.
“Dominan banyak berasal dari sejumlah perusahaan penggemukan untuk selanjutnya dikirim ke pemesan sebagai hewan kurban dan kebutuhan rumah potong di Jakarta dan sekitarnya,” terang Drh. Isaias Gilang Aditya kepada Cendana News, Selasa (21/8/2018).
Ia menyebut meski baru memasuki tanggal 21, dibanding bulan sebelumnya kenaikan pengiriman hewan cukup naik signifikan. Sepanjang Juli, tercatat pengiriman sapi sebanyak 12.492 ekor atau rata rata per hari sebanyak 403 ekor. Jenis kambing tercatat sebanyak 8.037 ekor atau dikirim sebanyak 259 ekor perhari.

Setelah dilakukan pemeriksaan seluruh hewan akan mendapat keterangan sertifikat veteriner (sebelumnya Surat Keterangan Kesehatan Hewan).
Dedi, salah satu pengemudi pengiriman ternak sapi menyebutkan, ia mengirim ternak dari wilayah Sidomulyo Lampung Selatan ke Bekasi Jawa Barat. Sekali pengiriman ia dapat membawa sebanyak 17 ekor sapi untuk dibawa ke rumah pemotongan hewan dan sejumlah pemesan. Khusus untuk sapi per ekor ia harus membayar PNBP ke karantina Rp5.000 per ekor.
Ia memastikan selama jelang Idul Adha jumlah sapi yang dikirim meningkat sebelumnya hanya mengirim sekitar 100 sapi per pekan selama Agustus bisa lebih dari 200 per pekan.
Pengiriman ternak sapi diakuinya kerap dilakukan saat sore menjelang malam hari. Waktu tersebut dipilih agar ternak yang dibawa tetap nyaman saat dilalulintaskan dan tidak terkena panas. Sapi jenis peranakan ongole yang dikirim pada bulan Agustus disebutnya dominan untuk digunakan sebagai hewan kurban.