Menteri Koordinator Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan. Dok: CDN
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan, kerja sama Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan harus segera ditingkatkan, lantaran hubungan historis yang cukup lama tercipta.
“Kerja sama antara Indonesia dengan negara-negara di Pasifik, kami pandang sangat penting. Saya percaya, kita dapat bergerak lebih cepat dalam bekerja sama, setelah lebih tiga atau empat dekade kita sedikit melambat, namun sekarang ini ingin kita tingkatkan,” ujar Menko Luhut, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (24/7/2018).
Luhut mengatakan hal itu saat menjadi pembicara di Sidang Indonesia-Pacific Parliamentary Partnership (IPPP) on Human Development and Maritime Sustainability yang diselenggarakan oleh DPR RI pada 23-24 Juli 2018.
Kegiatan itu dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan, Fadli Zon, wakil dari kementerian/lembaga lainnya dan delegasi parlemen dari 14 negara di kawasan Pasifik, di antaranya Fiji, Kiribati, Marshall Island, Kepulauan Solomon, dab Palau.
Forum itu bertujuan untuk bertukar pandangan antara parlemen Indonesia dan parlemen negara-negara di kawasan Pasifik Selatan, dan mencari solusi bersama atas berbagai isu internasional yang dihadapi kawasan.
Selain melindungi kepentingan nasional, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memajukan pembangunan dan kesejahteraan masing-masing negara.
Dalam forum tersebut, Luhut memaparkan mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang signifikan dan juga letak strategis Indonesia di dunia.
Mantan Menko Polhukam itu juga menjelaskan arah pembangunan Indonesia yang saat ini tidak hanya berfokus di bagian barat, namun juga telah beralih ke bagian timur Indonesia yang berdekatan dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan.
Ia bahkan mengajak para delegasi untuk melihat langsung pembangunan di wilayah timur Indonesia. “Saya kira kita dapat memainkan peranan kita dengan baik, di pertemuan akan datang rencananya diadakan di Papua, saya akan mengajak para delegasi semua untuk melihat apa yang telah kita kerjakan di sana. Intinya, melihat maka percaya, kita terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana, menaruh perhatian lebih kepada isu hak asasi manusia dan juga peningkatan kualitas pendidikan di sana,” jelasnya.
Nantinya, lanjut Luhut, isu ekonomi biru atau Blue Carbon Economy dan pengembangan kapasitas sumber daya alam dan sumber daya manusia akan menjadi titik berat dalam peningkatan kerja sama.
Ia menambahkan, ada tiga hal penting yang perlu digarisbawahi, yaitu pembangunan ekonomi kawasan pesisir, konservasi ekosistem kelautan dan kehidupan sosial masyarakatnya.
“Konsep blue carbon economy sangat relevan dengan staretegi yang akan dijalankan. Kita harus percaya penuh, bahwa masalah ini harus segera diselesaikan. Selain mempromosikan pertumbuhan berkelanjutan, Indonesia juga di saat yang sama sangat menaruh perhatian di sektor lingkungan, kelautan dan perikanan berkelanjutan yang sangat penting bagi masyarakat di kawasan,” pungkasnya. (Ant)