Lebaran, 10 Lokasi Rawan Macet Jadi Perhatian Dishub Lampung
Editor: Satmoko
LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah melakukan persiapan jelang angkutan lebaran (Angleb) tahun 2018/1439 Hijriah.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Qodratul Ikhwan dalam pemaparan kepada Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, menyebut Dishub Lampung telah memetakan sejumlah lokasi rawan macet di wilayah Provinsi Lampung.
Titik tersebut di antaranya di pintu masuk pulau Sumatera di Bakauheni hingga ke perbatasan provinsi Sumatera Selatan.
Berdasarkan pemetaan sejumlah lokasi rawan macet disebut Qodratul Ikhwan meliputi sebanyak 10 lokasi. Lokasi tersebut di antaranya Pelabuhan Bakauheni, Taman Hiburan Rakyat Pasir Putih, Pasar Natar, dan Simpang Tegineneng berada di Kabupaten Lampung Selatan.

“Pemetaan lokasi titik rawan macet sudah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian resort di masing-masing wilayah untuk manajemen rekayasa lalu lintas sehingga kemacetan bisa diurai,” papar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Qodratul Ikhwan dalam pemaparan kesiapan angkutan lebaran di Pelabuhan Bakauheni Lampung, Sabtu (2/6/2018).
Kesiapan bagi pemudik pada angkutan lebaran diakui oleh Qodratul Ikhwan dilakukan dengan menempatkan sejumlah personil Dinas Perhubungan Kabupaten, pihak kepolisian dan pihak terkait.
Selain fokus pada sejumlah titik rawan macet, Qodratul Ikhwan memastikan pihaknya juga menyiapkan tempat istirahat (rest area) di Jalan Lintas Sumatera di antaranya di dekat kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan di Way Urang Lampung Selatan.

Sesuai dengan evaluasi dan peninjauan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) beberapa waktu sebelumnya, sejumlah ruas JTTS optimis bisa digunakan, sebagian pesimis bisa digunakan untuk angkutan lebaran.
Pada JTTS paket I ruas Bakauheni-Hatta sepanjang 8,9 kilometer dan paket V Lematang-Kotabaru sepanjang 5,2 kilometer dipastikan bisa dilintasi dan sisanya sepanjang 22,5 kilometer bisa digunakan dalam kondisi darurat. Kondisi jalan JTTS dalam kondisi rigit beton dan bisa keluar di exit toll Hatta serta Sidomulyo.
“Berdasarkan tinjauan di lapangan dengan pelaksana pengerjaan jalan tol sebagian berupa jalan, tanah dan pasir,” papar Qodratul Ikhwan.
Qodratul Ikhwan menyebut, sebagian akses JTTS belum bisa dilalui. Target JTTS yang dipergunakan di antaranya ruas Sidomulyo-Lematang-Kotabaru sepanjang 40 kilometer masih ada beberapa spot tanah sehingga pesimis bisa digunakan. Paket III exit toll Branti-Exit Toll Metro/Tegineneng sepanjang 13 Kilometer target optimis bisa dipergunakan.
Paket IV exit toll Gunung Sugih-Exit Toll Terbanggibesar sepanjang 9 kilometer berfungsi menghindari kemacetan di Pasar Bandar Jaya. Selain itu paket V target optimis bisa digunakan dengan kondisi sebagian rigid beton dan sebagian cor tipis sepanjang 25 kilometer.

Program tersebut meliputi lintasan Jakarta-Semarang, Jakarta-Lampung. Selain itu mudik bareng dilakukan oleh Kementerian BUMN sejak tanggal 8 Juni 2018 dan tanggal 23 Juni 2018 khusus penumpang di Indonesia Timur sebanyak 2.100 orang untuk arus mudik dan arus balik.
Kepada pemudik Menhub juga mengimbau agar melakukan perjalanan siang hari. Terutama dari Pulau Jawa ke Sumatera. Tren perjalanan mudik malam hari menggunakan kapal bisa berimbas pada penumpukan penumpang pejalan kaki di pelabuhan Bakauheni.
Imbasnya juga saat Subuh penumpang pejalan kaki kerap kehabisan kendaraan jenis bus, travel di terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni Lampung. Kesiapan pihak Dishub disebutnya dilakukan dengan menyiapkan bus reguler dan bus cadangan.