Kemenpora Selenggarakan Festival Olahraga di Perbatasan

Ilustrasi Kemenpora - Foto: Kemenpora.go.id

JAKARTA  – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus menggencarkan program unggulan, salah satunya adalah penyelenggaraan festival olahraga di perbatasan yang dimulai dari perbatasan Indonesia-Malaysia tepatnya di Entikong, Kalimantan Barat, Sabtu.

Asisten Deputi Olahraga Pendidikan, Alman Hudri dalam keterangan resminya mengatakan, festival tersebut digelar dengan melibatkan peserta bukan hanya dari Indonesia, tapi juga dari Malaysia.

“Entikong merupakan titik terluar sekaligus pos lintas batas antara kedua negara. Kedua negara ini memiliki kebudayaan yang mirip karena serumpun,” katanya.

Oleh karena itu, olahraga tradisional yang kami pertandingkan pun sudah akrab dimainkan oleh kedua negara, seperti gasing, ini sama namanya dan juga balap terompah, yang dikenal dengan sandal gergaji di malaysia.

Dia berharap, festivasl olahraga perbatasan ini akan mempererat hubungan kedua negara sehingga mampu meningkatkan kerja sama di bidang olahraga, khususnya yang bersifat tradisional.

Animo peserta dari dua negara yang berbatasan ini dilaporkan cukup tinggi. Alman mendapatkan laporan terakhir ada 32 peserta dari Malaysia dan 97 orang dari Indonesia yang akan tampil di festival olahraga perbatasan ini.

“Ini menunjukkan bahwa keinginan untuk saling silaturahim, saling berbagi dan bersahabat dalam dunia olahraga cukup bagus. Kegiatan ini akan terus dijalankan agar masyarakat yang jauh dari pusat, di daerah perbatasan, di daerah terdepan, bisa turut berolahraga,” kata pria asal Bogor tersebut.

Sementara itu, pejabat Malaysia di perbatasan Rozalix bin Edi Wahab menjelaskan, bahwa program Kemenpora ini cukup bagus dan menjadi terobosan baik ke depan.

“Kami menyambut baik program ini dan harus terus dijalankan untuk menjaga hubungan baik dua negara yang serumpun ini,” kata Rozalix dalam keterangan resmi.

Sebelum bertolak ke Entikong, pejabat Kemenpora dijamu olah Pemkab Sanggau di Aula Bapenda Sanggau, Jumat (29/6) malam. Dalam jamuan tersebut, sempat diberikan cinderamata berupa kaus bergambar wajah Presiden Joko Widodo dan Menpora bertuliskan Asian Para Games.

Dengan kaus yang menggunakan title Asian Para Games itu, proses sosialisasi dan promosi ajang olahraga atlet difabel level Asia tersebut diharapkan semakin kencang, terutama di daerah terdepan yang jauh dari pusat. (Ant)