Pemprov Sumbar Berharap KUR Turut Bantu Gempita

Editor: Satmoko

LIMAPULUH KOTA – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno berharap kepada pihak perbankan untuk membantu Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita). Hal yang bisa dibantu yakni membantu memberikan kemudahan dalam permodalan usaha tani yang dijalani, melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Saya sangat mendukung anak-anak muda yang mau bertani. Karena saat ini pertanian butuh generasi,” katanya saat menggelar Panen Raya Jagung di lahan pertanian Gempita di Buluh Kasok, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (22/4/2018).

Ia juga mengapresiasi Gempita dalam hal memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan pertanian. Dengan demikian, hasil pertanian akan mampu menunjang perekonomian. Tidak hanya perekonomian di tanah air, tapi juga bisa membantu perekonomian keluarga.

“Lahan yang kering bisa ditanami jagung. Maka dari itu, kepada Gempita jangan hanya berpikir bertanam padi saja di sawah. Kalau lagi sulit air, mari beralih ke bertanam jagung,” imbaunya.

Menanggapi hal yang disampaikan oleh gubernur, Ketua Gempita Lima Puluh Kota Hendra mengatakan, saat ini lahan yang telah digarap oleh Gempita Lima Puluh Kota sampai berada di empat titik.

Pertama berada di lahan Padang Kandi seluas 125 hektar, di Talago Tujuah Koto 12 hektar, di Buluh Kasok seluas 30 hektar, dan 25 hektar di Taram.

Tidak sebatas sebagai lahan pertanian saja, lahan Gempita yang berada di Buluh Kasok tersebut juga akan dijadikan sebagai lokasi agrowisata dan akan ditanami duren, jeruk, serta manggis.

“Kita juga akan mendirikan kios dan membuat pupuk organik sendiri untuk mengatasi permasalahan kelangkaan pupuk. Sebab saat ini permasalahan bibit dan pupuk menjadi kendala bagi Gempita,” ucapnya.

Untuk itu, ia berharap betul agar Pemerintah Provinsi Sumatera Barat turut membantu persoalan kendala yang dialami oleh Gempita Limapuluh Kota dalam hal bertani jagung.

Selain itu, Wakil Bupati Limapuluh Kota juga mengatakan Pemda Limapuluh Kota  menargetkan adanya penambahan lahan jagung.

Saat ini luas lahan jagung yang ada di Limapuluh Kota seluas 17.000 hektar, padi gogo seluas 16.000 hektar dan terakhir kedelai seluas 14 hektar.

“Saya berharap dengan adanya program Gempita bisa memenuhi kebutuhan jagung di Limapuluh Kota,” ujarnya.

Ia menyebutkan, saat ini Kabupaten Limapuluh Kota butuh 180 ton jagung per hari terutama untuk pakan ternak. Dari produksi jagung yang ada di Limapuluh Kota belum mampu untuk memenuhi jumlah tersebut.

“Selamat ini cara untuk memenuhi kebutuhan jagung kita masih datangkan pasokan dari daerah lain, seperti Kabupaten Pesisir Selatan dan kabupaten maupun kota lainnya,” jelasnya.

Lihat juga...