PDAM Boyolali Rencanakan Bangun Sembilan Embung

Embung/bendungan, ilustrasi: -Dok CDN

BOYOLALI  – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ampera Boyolali merencanakan membangun sembilan embung untuk menyedia sumber air baku guna melayani kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah kabupaten setempat.

“Dari rencana pembangunan sembilan embung, tiga di antaranya, sudah difungsikan menyuplai kebutuhan air bersih masyarakat di daerah Desa Ringin Larik Kecamatan Musuk Boyolali,” kata Direktur Utama PDAM Tirta Ampera Boyolali, Cahyo Sumarso, di Boyolali, Rabu.

Cahyo Sumarso mengatakan dari sembilan embung yang dibangun, tujuh embung sudah berbentuk cekungan dan sisanya masih tahap proses pelelangan.

Menurut dia manfaat embung sangat besar sekali. Doicontohkannya, dengan luas sekitar tiga hektare dan tampungan air sekitar 300 ribu meter kubik, maka mampu menjual air sekitar 1,5 juta meter kubik dengan harga rata-rata Rp4.500 meter kubik. PDAM dapat meraih pendapatan sekitar Rp7 miliar per embung per tahun.

Ia mengatakan pembangunan embung 2018 lokasinya di Kecamatan Jelog 2  dan Cepogo sebanyak empat lokasi dengan kapasitas tampungan sekitar 250 ribu meter kubik atau bisa memproduksi air bersih sekitar 1,5 juta meter kubik per tahun.

“Kami dalam pembangunan empat embung di Cepogo diperkirakan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp10 miliar hingga Rp11 miliar dengan menggunakan APBD. Selain itu, pembangunan embung di Ringin Larik, Pusparenggo, dan Lampas Musuk, sudah dapat difungsikan,” kata Cahyo.

Menyinggung rencana pembangunan embung di Selo kawasan Merapi, Cahyo mengatakan, pihaknya masih mengkaji lokasi untuk menentukan rencana pembangunan embung. Selo tempat yang memungkinan akan dibangun embung namun medannya sangat sulit, sehingga masih perlu penelitian.

Menurut dia, pembangunan embung di Selo sangat penting, karena di wilayah itu, sering dilanda kekeringan saat musim kemarau tiba. Namun, pihaknya masih kesulitan menemukan atau menentukan lokasi embung karena kondisi geografis yang sulit.

Ia mengatakan, pembangunan embung tersebut untuk menambah sumber primer air baku PDAM yang selama ini mengandalkan sumur dalam seperti di Pantaran, Tlatar, Sedalem, serta Waduk Kedung Ombo. Embung dalam hitungan bisnis sangat menguntungkan menimbang biaya sewa, pemeliharaan, dan keuntungan yang didapat.

Bahkan, embung juga mampu mendukung usaha bagi masyarakat setempat untuk bidang pariwisata seperti tempat pemancingan dan objek wisata air yang selama ini sudah berjalan dengan memanfaatkan air dari embung. (Ant)

Lihat juga...