Michelle Ziudith: Saya Ingin Jadi Inspirasi Anak Muda untuk Mandiri
JAKARTA — Michelle Ziudith artis muda yang kini sedang melejit namanya. Film-film yang dibintanginya laris meraih jutaan penonton lebih. Seperti di antaranya ‘Magic Hour’ (2015), ‘London Love Story’ (2016), ‘ILY from 38.000 Ft’ (2016), ‘London Love Story 2’ (2017), ‘One Fine Day’ (2017) dan film yang sebentar lagi akan tayang ‘London Love Story 3’ pada 1 Februari 2018 nanti.
Terjun ke dunia film di usia muda mempunyai konsekuensi tersendiri bagi Michelle Ziudith. Lewat film, ia mengaku belajar banyak mengenai komitmen hubungan dengan lawan jenis. Secara mental, ia dengan teman-temannya beda.
Yang lain masih menuntut ilmu dan bebas beraktivitas apa saja, ia sudah harus kerja terus, tidak jalan-jalan, tidak ke mana-mana, ia hanya di lokasi syuting film. Namun di balik semua itu, ia bersyukur dapat bersikap jauh lebih dewasa dan dapat memetik hikmah karena bisa menjadi contoh positif bagi anak-anak muda di sekelilingnya.
“Masa remaja saya habis di film jadi saya nggak perlu kenal banyak orang untuk belajar mengenai komitmen. Jadi saya terbantu sama skenarionya. Karena penulis skenarionya sudah berpengalaman, otomatis kita yang main karakternya jadi mengerti arti komitmen,” kata Michelle Ziudith kepada Cendana News, seusai acara press junket film ‘London Love Story 3’ di Queens Head Jl. Kemang Raya No. 18C, Jakarta Selatan, beberapa waktu yang lalu.
Lewat film, dara Medan, Sumatra Utara, 20 Januari 1995 itu juga bisa berpikir dan bersikap jauh lebih dewasa daripada teman-teman sebayanya. Hal tersebut dikarenakan sejak muda ia terbiasa untuk diberi tanggungjawab dan melakukan pekerjaan dalam membintangi film. Ia pun bersyukur atas kesempatan yang ia dapat saat ini.
“Secara mental, saya dengan temen-temen saya beda. Yang lain masih ngampus dan ketawa-tawa, saya sudah kerja terus, nggak jalan-jalan, nggak ke mana-mana, saya hanya di loksyut (lokasi syuting –red). Jadi mental saya terbawa, saya sudah kerja lebih dulu, saya punya tanggung jawab lebih dulu. Itu karunia yang saya syukuri,” tutur artis belia yang mengawali kariernya lewat ajang Miss Celebrity 2009.
Michelle tak menampik kenyataan bahwa berkarir di dunia film pada usia muda membuatnya kehilangan masa-masa berharga sebagai remaja. Namun di balik semua itu, ia justru bersyukur dapat memetik hikmah karena bisa menjadi contoh positif bagi anak-anak muda di sekelilingnya.
“Saya banyak kehilangan masa muda, tapi karena banyak yang bilang saya role model mereka, saya membantu menginspirasi mereka, jadi kenapa nggak? Karena nggak semua orang punya kesempatan seperti saya,” ucap putri pasangan Muhammad Ruchiman dan Missi Wesley.
“Di film saya belajar pacaran yang nggak sekadar pacaran. Bagi saya pacaran yang nggak cuma untuk kita tapi untuk keluarga kita. Makna pacaran yang lebih luas, “
Lebih lanjut, Michelle menerangkan, “Saya sendiri jadi nggak mau pacaran buat senang-senang doang. Jangan deh pacaran main-main.”
Menurut Michelle, untuk saat ini, pernikahan tak terbersit di benaknya. “Saya masih mau jadi independent woman karena nggak ada yang lebih luar biasa lagi dibanding cewek yang mandiri dan punya prinsip,” ungkapnya mantap.
Selain tak ingin latah tren nikah muda yang marak terjadi pada remaja saat ini, Michelle juga mendambakan dirinya jadi sosok yang mandiri. Bagi Michelle, wanita mandiri adalah wanita yang tidak menggantungkan segala hal pada orang lain.
“Wanita mandiri itu, kalau punya masalah bisa selesain sendiri. Bisa selesain baik-baik dan nggak ketergantungan sama orang,” tegasnya.
Michelle menyampaikan, jika ada masalah, ia bisa menyelesaikannya sendiri tanpa harus merepotkan orang lain. Terlepas dari kodratnya sebagai wanita yang membutuhkan bantuan laki-laki, ia merasa hal tersebut adalah suatu bentuk kemandirian baginya.
“Walaupun kita kondratnya cewek butuh bantuan dari siapa pun, tapi kembali lagi kenapa nggak kita selesaikan sendiri (jika ada masalah). Menurut saya itu adalah sebuah bentuk kemandirian,” tandasnya.