Pemuda Kunjir Tanam Seribu Pohon di Pulau Mengkudu
LAMPUNG — Pascakemarau melanda wilayah Lampung yang mengakibatkan kekeringan di beberapa lahan perkebunan, termasuk di kawasan objek wisata Pulau Mengkudu di pesisir pantai menghadap ke Selat Sunda, belasan pemuda peduli lingkungan dan objek wisata Dusun IV Batu Gusung, Desa Kunjir, melakukan aksi penanaman 1000 pohon sengon.

Menurut Viki, beberapa titik penanaman pohon sengon merupakan trek atau jalur menuju ke lokasi wisata Pulau Mengkudu yang di dekatnya terdapat objek wisata Batu Lapis Park, yang selama ini kurang diperhatikan oleh wisatawan.
“Semenjak aktivitas wisata mulai marak ke Pulau Mengkudu dan Batu Lapis, banyak wisatawan yang kerap membuang sampah sembarangan dan bahkan beberapa tanaman tak diperhatikan, sehingga berbagai komunitas peduli wisata mengadakan pembersihan sampah, sementara kami pemuda Kunjir melakukan penghijauan”, beber Viki, bersama beberapa rekan saat ditemui Cendana News, Minggu (1/10/2017).
Proses penanaman 1.000 pohon sengon dilakukan secara bertahap di beberapa titik dengan bibit sengon yang sudah disiapkan secara khusus dengan harapan saat musim peghujan bibit pohon sengon yang ditanam bisa tumbuh dengan subur. Selain pohon sengon, di sekitar pantai yang ditumbuhi dengan pohon jenis bakau juga tetap dipertahankan oleh masyarakat sebagai daya tarik wisatawan yang kerap mengunjungi Pulau Mengkudu dan Batu Lapis, menggunakan akses jalan darat dan melalui laut menggunakan perahu.
Viki menyebut, kepedulian tersebut sekaligus bentuk rasa memiliki sebagai warga pemilik lahan di wilayah tersebut, karena meski secara peta administratif Pulau Mengkudu masuk di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, namun warga pemilik lahan didominasi berasal dari wilayah Desa Kunjir dan Desa Batu Balak Kecamatan Rajabasa.
“Kami kuatir jika tidak dilakukan pemeliharaan berupa penghijauan kembali, Pulau Mengkudu akan menjadi pulau gersang dan bahkan akses masuknya gundul tanpa adanya pepohonan peneduh,” beber Viki.
Penanaman pohon sengon yang merupakan pohon produktif untuk kebutuhan kayu log dan bahan pembuatan palet tersebut, kata Viki, bisa menjadi investasi masa depan warga seperti dirinya dengan masa tanam selama hampir lima hingga enam tahun panen. Selain itu, beberapa tanaman lain direncanakan akan ditanam untuk menjaga lingkungan di objek wisata Pulau Mengkudu tetap menghijau.
Andi, salah satu warga Dusun Batu Gusung, menyebut keberadaan Pulau Mengkudu yang dekat dengan sejumlah pantai lain di wilayah Pesisir Rajabasa juga sekaligus menjadi penghasilan bagi penyedia jasa sewa perahu bagi wisatawan yang akan menuju ke Pulau Mengkudu. Tanpa adanya pengelolaan yang baik, ia kuatir kerusakan bisa terjadi dan berimbas destinasi wisata Pulau Mengkudu tidak lagi indah dan tidak lagi dikunjungi wisatawan.
“Mulai banyak komunitas pecinta wisata yang melakukan pembersihan sampah dan penanaman pohon yang merupakan upaya melestarikan dan menjaga destinasi wisata tak hanya sekedar menikmati keindahannya”, beber Andi.
Andi juga menyebut, kurang pedulinya wisatawan yang datang membuang sampah sembarangan di objek wisata Pulau Mengkudu terkadang mengakibatkan pantai di sekitar pulau tersebut kotor, terutama oleh sampah plastik. Selain penanaman pohon ia berharap terus ada kepedulian, agar destinasi wisata tersebut menjadi daya tarik.