Mahasiswa UB Ciptakan Pomade Berbahan Propolis Lebah Klaceng
MALANG — Pomade adalah salah satu produk yang banyak digunakan untuk mempermudah seseorang dalam menata rambut. Pomade sendiri saat ini tengah digandrungi anak-anak muda yang ingin memiliki tampilan rambut lebih trendi.
Akan tetapi penggunaan produk pomade yang tidak tepat justru membawa efek negatif bagi penggunanya di antaranya terjadi kerontokan dan munculnya ketombe. Berangkat dari permasalahan tersebut, lima orang mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawaijaya (UB) Guruh Prasetyo, Ilham Rizky H, Andi Frediyantoro, Sugeng Riyadi, Andriyani dan di bawah arahan dosen pembimbing Prof. Dr. Ir. Moch Junus, MS, menciptakan pomade ramah lingkungan berbahan propolis dari lebah trigona sp.
Pencetus ide pembuatan Pomade Propolis (Polis), Guruh Prasetyo mengatakan bahwa Polis adalah pomade pertama yang mengandung agen anti bakteri dari propolis lebah Trigona sp atau yang biasa disebut lebah Klaceng.
“Ide awal pembuatan Polis berasal dari pengalaman pribadi saya sendiri sebagai pengguna pomade. Saat itu ada masalah dengan rambut saya, ternyata aplikasi pomade yang beredar di pasaran membuat rambut saya berketombe dan permasalahan rambut yang lainnya,” akunya kepada Cendana News.
Berawal dari permasalahan tersebut akhirnya kami menciptakan pomade yang berasal dari propolis lebah Klaceng yang diserasikan dengan Indonesian herb’s oil di antaranya hazelnut oil, coconut oil, castor oil, tandasnya.
Guruh melanjutkan, Pomade Propolis memiliki dwi fungsi yakni sebagai nutrisi rambut dan sebagai anti bakteri untuk melawan mikroba rambut seperti ketombe dan lain sebagainya.
“Jadi polis tidak hanya untuk menata rambut tetapi juga untuk menutrisi rambut,” ungkapnya.
Lebih lanjut Guruh menyampaikan, pemilihan propolis sebagai bahan pembuatan pomade dilandasi dari banyaknya penelitian dari berbagai jurnal yang mengatakan bahwa propolis adalah sebagai antiseptik, antibiotik, antifungal dan anti inflamatory alami yang sangat aman bagi tubuh, sehingga aplikasinya dapat dipakai ke dalam pomade.
Selain itu, dalam Alquran sendiri juga sudah dijelaskan bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh lebah bisa dimanfaatkan sebagai obat. Dan salah satu produk dari lebah yang baik untuk rambut adalah propolis.
“Jadi apabila ada masalah rambut yang terkontaminasi bakteri sehingga menyebabkan terjadinya iritasi dan ketombe bisa diselesaikan dengan propolis,”terangnya.
Dikatakan, peminat dari Polis sendiri saat ini sebenarnya sudah banyak. Tidak hanya dari Malang saja tetapi juga dari luar Malang seperti Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Surabaya, Lampung, Tangerang dan Jakarta sudah banyak yang memesan.
Polis memiliki tiga varian jenis yakni soft, medium dan hard. Untuk harganya juga berkisar mulai dari Rp15 ribu sampai dengan Rp65 ribu tergantung ukuran kemasannya. Sekarang ini menurut Guruh sudah banyak produk pomade dari luar negeri yang masuk ke Indonesia. Hal tersebut mengindikasikan bahwa peluang pasar untuk produk pomade masih terbuka lebar.
“Kalau pasarnya masih terbuka lebar, kenapa Indonesia tidak membuat produk pomed sendiri, sedangkan sumber daya untuk membuat produk tersebut banyak tersedia di Indonesia. Masak pomade saja kita harus impor dari luar negeri,” ujarnya.
Sementara itu disampaikan Guruh, Polis sendiri merupakan hasil Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang kemudian didanai oleh Dikti. Melalui produk Polis tersebut ia bersama kawan-kawannya berhasil mendapatkan medali emas di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
“Produk polis ini kemarin juga kita ikut sertakan dalam acara International Inovation Competition yang diselenggarakan di Kualalumpur Malaysia. Kami mempresentasikan tentang Polis dan Alhamdulillah di sana kami memperoleh medali perunggu kategori Mahasiswa,” ucapnya dengan bangga.
Ke depannya saya berharap Polis bisa diproduksi massal, tidak hanya di Malang saja tapi kami juga menargetkan pangsa pasar nasional dan internasional. Sekarang sepertinya Polis akan digandeng oleh UB untuk diproduksi lebih banyak lagi.
“Kami ke depannya juga sudah terpikirkan untuk membuat berbagai jenis produk seperti pasta gigi, sabun dari produk lebah,” pungkasnya.