Aktivitas TPI Pekalongan, Stagnan

PEKALONGAN – Aktivitas lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sejak sepekan terakhir ini masih stagnan seiring dengan kondisi cuaca buruk di laut.

Kepala TPI Kota Pekalongan, Sugiyo, mengatakan aktivitas lelang ikan terkadang sepi dan ramai, karena banyak kapal nelayan besar belum berlabuh di pantai. “Saat ini, hanya beberapa kapal berbobot di bawah 30 gross tone (GT) membongkar hasil tangkapan ikannya. Tetapi, untuk kapal nelayan berbobot di atas 60 GT belum berlabuh, karena mereka berlayar membutuhkan waktu 4 bulan,” katanya, Minggu (24/9/2017).

Ia mengatakan, dengan kondisi pasokan ikan yang relatif terbatas, maka harga komoditas jenis lauk itu naik Rp2.000 per kilogram hingga Rp2.500/ kilogram. Harga ikan layang, semula Rp16.500 per kilogram kini naik menjadi Rp18 ribu/ kilogram, banyar semula Rp18 ribu/ kilogram naik Rp19 ribu/ kilogram, dan lemuru Rp6 ribu/ kilogram Rp7 ribu/ kilogram.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Pekalongan, Aries Sidharcahya, mengatakan berdasar data 2016, angka konsumsi protein masyarakat berada pada angka 25 per kapita per tahun.

Angka tersebut, kata dia, lebih rendah dari angka nasional yang sudah mencapai 35 per kapita per tahun atau angka Jawa Tengah yang mencapai sekitar 26,5 per kapita per tahun.

Menurutnya, rendahnya konsumsi makan ikan masyarakat Kota Pekalongan, bukan karena faktor harga ikan, tetapi faktor kesukaan makan ikan dan ketersediaan ikan.

“Karena kami merutinkan menggelar kampanye melalui gerakan makan ikan massal setiap tahunnya, sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat supaya gemar makan ikan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...