Kreasi Tapai Singkong Ciptakan Rondo Royal dan Cake Manis

LAMPUNG — Lampung Selatan merupakan salah satu sentra pertanian singkong atau ubi kayu yang banyak dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan tepung tapioka hingga makanan tradisional. Masyarakat setempat juga memanfaatkan menjadi tapai, makanan hasil proses fermentasi dari ragi yang bisa dimakan langsung dengan rasanya yang manis.

Tidak hanya sampai disitu, tapai dikreasikan lagi menjadi makanan lain, di antaranya rondo royal dan cake tape manis. Kedua sajian makanan olahan berbahan tape singkong tersebut kerap disajikan pada pagi hari dalam kondisi hangat dipadukan dengan minuman teh hangat.

Salah satu pemilik warung makan dan minuman, Emilia menyebutkan, tapai merupakan salah satu bahan untuk es campur yang dijajakan kepada pelanggan yang mayoritas pengendara yang melintasi daerah tersebut. Tidak hanya itu, melalui kreasi tapai juga diolah menjadi kue rondo royal dan cake manis yang menjadi incaran warga lain yang bekerja di sekitar pelabuhan penyeberangan Bakauheni.

“Setiap hari saya membutuhkan tapai untuk diolah menjadi makanan ringan dan sebagai bahan baku pembuatan es campur agar rasanya semakin manis dan bervariasi,” terang Emilia pemilik warung di Jalan Lintas Timur Sumatera saat ditemui Cendana News, Sabtu pagi (19/8/2017).

Rasa yang dihadirkan oleh bahan tapai tersebut mendapatkan tanggapan positif. Setiap hari, kue buatannya dari bahan dua kilogram tapai habis terjual.

Emilia membeberkan, proses pembuatan cake tape manis cukup sederhana, layaknya proses pembuatan kue bolu, di antaranya dengan bahan bahan yang disiapkan berupa margarin, gula pasir halus, tapai, telur, terigu, santan, garam, gula pasir dan pengembang dan pewarna hijau dari daun pandan. Semua bahan tersebut dikocok dengan cara manual bertahap di antaranya proses pengocokan margarin dan gula pasir hingga lembut, tapai dan kuning telur.

Proses pengolahan tapai singkong menjadi cake manis dan rondo royal [Foto: Henk Widi]
Selanjutnya tepung terigu dan pengembang dikocok dengan santan ditambah margarin yang telah dipanaskan dan semua bahan yang sudah menjadi adonan siap dituangkan ke dalam teflon khusus yang memiliki bulatan bulatan kecil untuk dipanggang.

Setelah cake manis mengembang di bagian atas sebagai taburan diberikan meses coklat yang memberi rasa manis dan sebagai pemanis tampilan pada cake manis yang sudah jadi. Cake bisa diangkat dari cetakan setelah matang dan pada bagian dalam sudah cukup kering dan siap disajikan dalam nampan.

“Bentuknya seperti kue apem dan rasanya manis cocok disantap selagi hangat karena ada rasa crispy pada keraknya dengan sensasi asin, manis dan juga juga gurih pas disantap bersama teh hangat,” ungkap Emilia.

Selain proses pembuatan cake manis berwarna hijau dengan taburan meses coklat yang menggoyang lidah dibantu Santi salah satu sepupunya proses pembuatan kue berbahan tape singkong selanjutnya adalah kue rondo royal.

Sebutan rondo royal kerap disalahartikan dengan sebutan janda yang royal dalam bahasa Jawa meski sejatinya kata tersebut merupakan nama makanan yang digoreng yang berbahan tapai yang digoreng dengan tepung.

Menggunakan bahan baku sama seperti pembuatan cake manis, rondo royal juga berbahan tape singkong yang diolah untuk dijadikan gorengan. Tapai yang telah siap selanjutnya dibentuk menjadi pipih menggunakan tangan dicampuri dengan gula pasir hingga rata atau dengan gula tabur halus. Sebagai pelapis mempergunakan tepung terigu disiapkan dalam wadah berbeda dan tapai pipih siap dicelupkan diadonan hingga terbalur rata dan digoreng hingga matang.

“Tepung khusus kita gunakan agar tercipta sensasi garing pada bagian lapisan luarnya dan setelah setelah menyantap sensasi rasa garing, di dalamnya bisa dirasakan rasa tape yang hangat setelah digoreng,” ungkap Emilia.

Rondo royal digoreng dalam wajan hingga matang [Foto: Henk Widi]
Rondo royal yang kerap dibuat setiap pagi tersebut dijual dengan harga Rp500 perbuah di warungnya dan sebagian warga menikmati kue rondo royal dan cake manis tape singkong dengan harga yang sama dengan segelas teh manis.

Sebagai kudapan tradisional berbahan tapai, ia menyebut cake manis tape dan rondo royal hanyalah dua jenis makanan berbahan tapai, karena menurut Emilia tapai bisa diolah menjadi kue bolu serta berbagai variasi kue lain yang lezat.

Sobri, salah satu pengemudi travel jurusan Bakauheni Bandarlampung mengaku setiap pagi saat mampir ke warung Emilia menyempatkan makan rondo royal dengan teh hangat. Rasa manis dan gurih menjadi menu paginya sebelum beraktifitas mencari penumpang.

Lihat juga...