BANJARMASIN – Jembatan Mandastana Desa Tanipah, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, yang baru dimanfaatkan oleh warga sekitar 1,5 tahun tiba-tiba ambruk terbelah menjadi dua, Kamis (17/8/2017).
Beberapa warga sekitar mengatakan, jembatan beton yang baru dimanfaatkan pada awal 2016 tersebut, ambruk pada Kamis siang, sekitar pukul 11.30 WITA, atau pada saat warga sedang mengikuti berbagai lomba untuk memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi jembatan, Makmur, mengatakan, siang itu ia mendapatkan informasi dari anaknya, bila jembatan Mandastana ambruk. “Sebelumnya tidak ada tanda-tanda jembatan tersebut bermasalah, saat dilewati juga tidak goyang, begitu juga tidak terlihat ada badan jalan yang retak, tiba-tiba jembatan tersebut ambruk begitu saja,” katanya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Desa Bangkit Baru, Muhammad Alex, yang mengatakan tidak pernah menduga kalau jembatan yang baru saja dinikmati warga satu tahun lebih tersebut bakal ambruk.
Menurutnya, sejak awal kondisi jembatan cukup bagus dan terlihat kokoh, tidak ada tanda-tanda bakal ambruk. “Saya tidak tahu pasti, tiba-tiba saja jembatan yang cukup vital tersebut ambruk,” katanya.
Dia menduga, posisi jembatan berada pada pertemuan arus dari beberapa sungai, sehingga hantaman arus yang terus-menerus, membuat pilar jembatan bergesar, sehingga ambruk.
Menurut dia, jembatan tersebut satu-satunya penghubung bagi tiga desa, yaitu Desa Tanipah, Tahalayung, dan Sungai Ramania. Ambruknya jembatan tersebut, tidak hanya akan menyulitkan bagi anak sekolah, tetapi juga bagi petani maupun masyarakat sekitar yang ingin ke pasar atau ke daerah lain.
Terdapat lima sekolah dasar dan satu SMP, yang sebagian besar siswanya selalu melintasi jembatan tersebut, sehingga pemerintah diharapkan, segera bisa mencarikan solusi, agar pada siswa tidak terkendala belajarnya.
Begitu juga petani dan masyarakat lainnya, tetap bisa memanfaatkan lalu lintas tersebut, sebagaimana mestinya. “Untuk sementara kita akan membuat rakit, untuk bisa menyeberangkan anak-anak yang ingin sekolah,” katanya.
Beberapa masyarakat lainnya, berharap pemerintah menyiapkan fery hingga jembatan bisa dibangun kembali sebagaimana mestinya.
Sebelum dibangun jembatan beton, jembatan tersebut merupakan jembatan kayu ulin, yang telah puluhan tahun dimanfaatkan masyarakat sekitar. Selain jembatan, terdapat jalan alternatif, namun cukup jauh, warga harus memutar dengan jarak tidak kurang diri tiga kilometer.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Kabupaten Barito Kuala, Edy Supriadi, mengatakan saat ini pihaknya sedang mengumpulkan data terkait penyebab ambruknya Jembatan Mandastana di Desa Tanipah yang baru dimanfaatkan awal 2016 itu.
Menurut Edy, pihaknya akan segera meminta bantuan Balai Jalan dan Jembatan Wilayah Kalimantan, untuk memintakan pendapat penilaian dengan meminta bantuan tenaga teknis ahli jembatan terkait ambruknya jembatan tersebut.
“Kami minta waktu untuk bisa menjawab penyebab ambruknya jembatan tersebut, dengan meminta pendapat ahli dari Balai Wilayah Jalan,” katanya.
Edy mengungkapkan, jembatan tersebut dibangun dengan dana alokasi khusus APBN perubahan 2015 dengan total dana Rp17,5 miliar. Pembangunan jembatan tersebut mulai dilaksanakan sekitar Juli 2016 dan selesai dibangun Februari 2016 oleh kontraktor PT Citra Bakumpai.
“Saat ini data tentang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sudah ditangan kami, untuk segera kami serahkan ke pihak balai untuk dinilai, semoga bisa segera tahu hasilnya,” katanya.
Tentang adanya kesalahan dalam pembangunan dan lainnya yang dilakukan pihak kontraktor, Edy mengatakan, bahwa pihaknya belum berani memberikan pernyataan apapun, karena harus melihat penilaian di lapangan.
Namun tambah dia, secara kasat mata, diduga ambruknya jembatan tersebut karena faktor alam. Hal itu bila dilihat dari kondisi penurunan pilar yang merata.
Terkait terputusnya akses jalan pascaambruknya jembatan, Edy akan segera melakukan koordinasi dengan camat daerah setempat, agar segera membangun jembatan darurat dan jalan alternatif.