Puluhan Tahun Tak Diperbaiki, Warga Sampang Blokir Jalan Poros Desa dengan Pohon Pisang

SENIN, 11 JULI 2016

SAMPANG — Setelah puluhan tahun kerusakan akses jalan utama penghubung tiga desa di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, membuat warga setempat turun jalan. Puluhan warga melakukan aksi blokir jalan dengan menanam pohon pisang karena kecewa dengan sikap pemerintah yang hanya berpangku tangan tanpa memperhatikan rusaknya jalan tersebut.

warga sedang menanam pohon pisang
di jalan yang rusak parah

Aksi turun  jalan  yang   dilakukan  oleh  warga  tersebut merupakan   bentuk   kekecewaan   secara terus menerus melintasi   jalan   rusak, sehingga   mereka  merasa resah dengan lambannya   pemerintah  untuk memperbaikinya. Sebab jalan itu  sangat susah dilintasi  kendaraan  ketika sedang turun hujan,  karena  kondisi jalan penuh lumpur akibat aspal yang sudah mengelupas.

“Aksi ini merupakan bentuk protes warga ini yang selama ini jalan akses penghubung tiga desa yang mengalami rusak cukup parah tidak kunjung diperbaiki. Kasian warga yang melintas ketika saat turun hujan, jalan ini becek hingga membuat kendaraan sangat sulit untuk melintas,” kata  Jakfar Sodik, salah seorang warga Desa Batu Poro Barat, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Senin (11/7/2016).
Disebutkan, bahwa kekesalan warga akhirnya memuncak setelah sekitar sepuluh tahun jalan yang rusak parah tidak diperhatikan oleh pemerintah daerah setempat. Sehingga dengan adanya aksi tanam pohon pisang ditengah jalan tersebut dapat membuat pemerintah segera berinisitif untuk memperbaiki, karena sudah cukup lama masyarakat yang sering melintasi jalan itu mengalami penderitaan.
“Warga melakukan protes ini lantaran merasa kesal kepada pemerintah, sebab ini merupakan jalur utama yang menghubungan tiga desa. Maka setiap hari yang melintas warga tiga dsea itu, kasihan kalau terus-terusan dibiar rusak,” jelasnya.
Padahal masyarakat setempat sudah seringkali memberitahukan kepada pihak desa agar akses jalan tersebut segera di perbaiki, namun sayang permintaan tersebut seolah-olah di abaikan. Akibatnya dari tahun ke tahun kerusakan jalan semakin parah, sehingga pengendara yang melintas selalu mengeluh.
Jalan utama poros tiga desa tersebut meliputi, Desa Kedundung, Batu Poro Barat dan Batu Poro Timur yang berada satu kecamatan. Akibat aksi pemblokiran oleh warga membuat arus lalu lintas antar kecamatan itu tersendat, karena mereka berkumpul sambil membawa poster dan menanam pohon pisang ditengah jalan. (M. Fahrul)
Lihat juga...