Ngalap Berkah Abdi Dalem Keraton Kasunanan Surakarta

SENIN, 4 JULI 2016

SOLO — Sudah menjadi tradisi tersendiri menjelang lebaran ratusan abdi dalem Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat berkumpul di Karton. Para abdi dalem ini bukan untuk hajatan Kraton, melainkan menerima gaji sekaligus paket sembako untuk persiapan selama lebaran.

“Saya ngabdi di sini (Keraton) semata-mata untuk pengabdian dan mencari barokah, ingin tau bagaimana orang kecil seperti saya bisa masuk keraton,” ujar Sukardi, salah satu abdi dalem kepada Cendana News, usai pemberian gaji di Keraton Surakarta, Senin siang (4/7/16).
Yang menjadi unik dalam gaji para abdi dalem ini bukan masalah besar atau kecilnya gaji yang mereka dapatkan. Melainkan bagaimana mereka dapat memberikan pengabdian kepada Keraton dengan sepenuh hati hingga mereka “Ngalap Berkah” di Keraton. Jika merunut gaji yang diterima abdi dalem, sangat sulit untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Meski kita hanya di Kraton tapi tetap saja ada rejeki lain yang datang, kalau di nalar juga tidak cukup. Gaji saya sebulan sekarang 90 ribu, sementara anak saya lima. Tiga diantaranya sudah mentas (berkeluarga) dan dua masih sekolah,” ungkap abdi dalem yang mengaku bertugas di Plataran Sasongko Prabu tersebut.
Pria yang sudah menjadi abdi dalem selama 16 tahun ini juga menilai ada kebanggaan tersendiri menjadi abdi dalem Keraton. Bukan kebanggaan untuk dipamerkan kepada sesama, namun bisa mengabdikan diri kepada Keraton Kasunan Surakarta. “Rupaya untuk bisa menjadi abdi dalem tidak harus orang jawa, orang luar pun diperbolehkan. Yang penting saya di Keraton sya mengabdi dan mencari barokah,” tambah Sukardi yang mengaku bersal dari Madura.
Hal senada dikatakan abdi dalem lain, Wagino yang mengaku gaji yang diterima tiap bulan tak lebih dari 80 ribu. Meski tergolong kecil, namun dirinya bisa menghidupi istri beserta dua anaknya. Menurutnya, hal yang penting menjadi abdi dalem Keraton adalah bagaimana mempunyai rasa memiliki, menjaga dan menyatu dengan Keraton.
“Yang penting adalah ikhlas dan semata-mata kita mengharapkan barokah. Rejeki datang dari mana saja yang tak pernah kita sangka” imbuhnya. (Harun Alrosid)
Lihat juga...