Forum Anak Dapat Kembangkan Bakat dan Minat Generasi Penerus

SABTU, 2 JULI 2016

MAUMERE — Pihak pemerintah dan masyarakat khusunya para orang tua yang berada di desa belum memahami pentingnya pembentukan forum anak. Padahal, dengan adanya wadah ini, anak-anak desa bisa mengembangkan bakat dan minat.Demikian disampaikan Herning Tyas Ekaristi, Acting Manger WVI ADP Sikka saat ditemui Cendana News, Sabtu (2/7/2016).
Dikatakan Tyas sapaannya,dari 20 desa dampingan WVI ADP Sikka di 3 kecamatan yakni Doreng, Nita dan Lela baru ada Forum Anak Sikka yang terbentuk di 17 desa.
“Orang tua juga belum banyak yang mengerti kenapa ada forum ini, mereka menganggap lebih baik anak-anak membantu mereka bekerja bekeja di kebun usai pulang sekolah,” ujanrnya.
Perempuan energik ini mengakui, hadirnya Forum Anak Sikka menjadi cikal bakal munculnya anak-anak di kabupaten Sikka yang berhasil meraih prestasi di sekolah maupun di forum nasional. Saat temu anak tahun 2015, perwakilan dari Sikka dipercayakan berbicara dan menjadi salah satu pimpinan dalam pertemuan tersebut.
Selain orang tua dan pemerintah, kata Tyas, kekurangan pendamping di desa juga menjadi kendala utama. Banyak pendamping yang belum maksimal melaksanakan tugas pendampingan. Kalau pendampingnya bagus lanjutnya, otomatis forum berkembang, sebaliknya jika pendampingnya maju mundur otomatis forum ini pun vakum dan mati suri.
“Dengan sendirinya kami pun akan merekrut pendamping baru karena pendamping harus berasal dari orang di desa tersebut dan menetap disana.Memang sulit sekali mencari pendamping dan ini tantangan buat kami,” tegasnya.
Tyas menjelaskan,Temu Anak Sikka yang dilaksanakan Sabtu (2/7/2016) merupakan pertemuan di tingkat kabupaten dimana seminggu sebelumnya sudah digelar pertemuan di tingkat desa dan kecamatan. Tema besarnya  “Anak Sikka Hebat” dimana anak-anak diberikan motivasi dan diberikan ruang untuk berkreasi.
“Anak-anak mempunyai potensi, punya bakat yang jika dikembangkan bisa menjadi anak yang hebat. Intinya lebih menginsprasi, menyadarkan mereka bahwa anak sikka bisa dan mampu berbicara banyak di level provinsi maupun pentas nasional,” ungkapnya.
Yang dilakukan saat temu anak ini papar Tyas lebih kepada mengadakan sharing apa yang sudah dilaksanakan di kelompok yang ada di desa mereka. Temu Anak Sikka merupakan ajang saling berbagi informasi, bermain, menonton film yang memotivasi anak-anak untuk menjadi anak yang hebat.
Di zaman modern ini,anak anak ini sebut Tyas merupakan  tanggung jawab orang tua, guru, pemerintah dan LSM sebagai pendamping agar bisa membentuk dan mengarahkannya menjadi anak yang berguna bagi orang tua,sesama dan negara.
“Forum Anak Desa menjadi salah satu indikator kabupaten Sikka menuju kabupaten layak anak. Batas umur di bawah 18 tahun, jika di atasnya maka mereka bisa berperan menjadi pendamping,”pungkasnya.
[Ebed De Rosary]
Lihat juga...