KAMIS, 14 JULI 2016
SAMPANG — Realisasi bantuan Dana Desa (DD) tahap I di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, hingga pertengahan tahun 2016 ini rupanya masih belum tuntas. Akibatnya puluhan desa yang berada di sejumlah kecamatan belum bisa menikmati bantuan dana dari pemerintah karena terkendala adanya sebagian persyaratan yang harus dilengkapi.

Dari sebanyak 180 desa yang ada di daerah tersebut, baru sebanyak 144 desa yang sudah selesai di transfer oleh pemerintah daerah setempat, sedangkan untuk sisanya tinggal sebanyak 36 desa yang tersebar di 14 kecamatan.
“Dengan banyaknya desa yang belum memenuhi dokumen pencarian Dana Desa membuat realisasi tahap I belum tuntas, sehingga kami telah mendesak terhadap pihak desa agar segera diselesaikan agar bisa cair. Karena sampai sekarang masih ada 36 desa yang belum bisa dicairkan, makanya segera diselesaikan supaya dana itu cepat digunakan,” kata Mohammad Wasaton Hadi, Kepala Bidang Ekonomi Rakyat Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas), Kabupaten Sampang, Kamis (14/7/2016).
Disebutkan, pihaknya akan terus membantu demi percepatan pencairan dana desa tersebut untuk desa yang hingga sekarang masih belum menerima, tetapi persyaratan yang telah ditentukan di selesaikan terlebih dahulu. Supaya puluhan desa itu tidak ketinggalan dari lain yang telah menerima dana tersebut.
“Kami tetap membantu untuk percepatan pencairan, makanya teman-teman desa dibantu pendamping dan kecamatan segera mengajukan permohonan ke kabupaten, biara dana tersebut segera bisa dicairkan. Karena jika sampai ketinggalan akan berpengaruh terhadap pencairan dana desa pada tahap selanjutnya,” jelasnya.
Sedangkan pemerintah daerah setempat menargetkan pencairan dana desa tahap pertama tuntas pada bulan Juli ini, sehingga apabila desa-desa tersebut tidak cepat menyelesaikan persyaratan yang belum terpenuhi akan ketinggalan dari desa lain. Sehingga pencairan tahap pertama masih sebanyak 60 persen, sedangkan anggaran yang diterima masing-masing desa cukup bervariasi mulai dari Rp. 600.000.000 – Rp. 1,2 Miliar dengan seluruh anggaran sebesar Rp. 131 Miliar.
[M. Fahrul]