Jokowi: Moderasi dan Toleransi Merupakan Kunci Merawat Persatuan
MATARAM — Indonesia merupakan negara dengan masyarakat sebagian besar merupakan muslim. Meski demikian di dalamnya juga terdapat dan hidup masyarakat dengan latar agama, suku, bahasa dan budaya berbeda.
“Karena itulah, untuk bisa tetap menjaga kerukunan, persaudaraan dan persatuan, maka toleransi dan saling menghargai merupakan kata kunci yang harus senantiasa dijaga,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menutup acara konferensi internasional alumni Al-Azhar Indonesia di Islamic Center Mataram, Kamis petang (19/10/2017).
Ia mengatakan, sebagai institusi pendidikan besar dengan alumni yang memiliki pemikiran besar, dirinya memiliki harapan besar, alumni Al-Azhar bisa terus menularkan ajaran Islam yang moderat, dengan penuh kedamaian dan kesejukan.
Jokowi menekankan, dengan kemajmukan yang dimiliki bangsa Indonesia, betapa toleransi menjadi sangat penting dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, itulah kenapa kemudian kenapa ia hadir di acara konferensi internasional, supaya itu bisa ditularkan di tengah masyarakat.
“Dengan keberagaman bangsa Indonesia dalam banyak sisi tersebut, harus bisa tetap dirawat, sebab kalau tidak akan berpotensi menimbulkan perpecahan dan persatuan, itulah kenapa setiap ada gesekan sekecil apapun di tengah masyarakat, harus segera diselesaikan,” sebutnya.
Lebih lanjut Jokowi menambahkan, ke depan dunia global terus berubah, sekarang dengan adanya medsos, semuanya sangat dimudahkan, informasi dan dakwah begitu banyak bertebaran, tapi harus hati-hati, kalau tidak disaring bisa mempengaruhi karakter dan perilaku bangsa kita, persatuan serta prilaku anak didik kita.
“Kalau semua informasi tersebut tidak disaring, sangat berbahaya, siapa kemudian yang bisa menjamin bahwa yang disampaikan itu benar, bukan tafsir pribadi yang dengan demikian mudahnya mengkafirkan orang lain,” sebutnya.
Ke depan metode dakwah melalui medsos sangat efektif dilakukan, khususnya bagi generasi milenial dan tokoh agama, alumni Al-Azhar harus turut mengambil bagian memberikan pandangan agama yang benar kepada masyarakat, merangkul, kalau tidak akan dirangkul dan dipengaruhi pemikiran negatif.
Sementara itu, Cendikiawan Muslim Indonesia yang juga mantan Ketua Alumni Al-Azhar Indonesia, Prof. Quraish Shihab mengatakan, prinsip moderasi dan toleransi yang menjadi hasil deklarasi alumni, bukan saja dalam pemikiran tapi dalam prakteknya.
“Al Azhar mengimbau seluruh alumni untuk senantiasa menebarkan pemikiran ajaran Islam moderat, bagaimana moderasi dan toleransi dalam bisa dipraktikkan dalam segala sisi kehidupan, tidak membedakan suku, agama dan itulah prinsip dalam agama Islam, maka seluruh negara harus bekerjasama tanpa membedakan masalah suku agama dan bangsa,” jelasnya.
Ditekankan, masyarakat non muslim memiliki hak sama, menghormati semua pendapat walaupun tidak setuju, selama bertujuan untuk kebaikan dan kemaslahatan. Dalam deklarasi ditekankan juga untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan fatwa, karena jangan sampai keluar dari orang yang tidak memahami keilmuan keislaman.