Maraknya Obat Obatan Palsu, Ketua DPR Sebut BPOM Kecolongan.

SELASA, 28 JUNI 2016

JAKARTA — Ketua DPR RI Ade Komarudin geram dengan terungkapnya peredaran vaksin palsu. Ade menilai bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kecolongan dengan munculnya peredaran vaksin palsu di tengah masyarakat.

“Saya kira Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah kecolongan,” Ujar Ade di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta Senin (27/6/2016).
“Masalah ini (vaksin palsu) kan dahulu juga sering terulang, Nah Kalau menurut saya sistemnya sudah benar, sudah ada. Tapi Ini satu kecolongan dari pengawasan Badan POM, saya pikir itu,” sambungnya
Untuk itu, Ade mendorong agar Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan lebih proaktif dalam pengawasan obat-obatan. Sebab, tugas lembaga itu adalah untuk menjaga kesehatan masyarakat secara umum.
Lebih lanjut, ia meminta Komisi IX DPR dalam hal ini, lebih konsen terhadap masalah vaksin tersebut. 
“kita mengingatkan Komisi IX pada saat mendatang pasti akan terjadi hal demikian, jadi DPR juga harus mendalami hal itu dengan baik,” tandasnya
Selain itu, Kata ade, dengan Maraknya obat obatan palsu ini akan, sangat berdampak buruk bagi kesehatan.
“Ini menyangkut kesehatan masyarakat, dampak buruknya juga akan luas di masyarakat,” tutupnya
Seperti diketahui, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, mengungkap adanya praktik pemalsuan vaksin yang dilakukan sepasang suami istri.
Benda tersebut ditemukam saat kedua PASUTRI tersebut digrebek petugas di Kota Bekasi Rabu (22/6/2016) Pekan kemarin. (Adista Pattisahusiwa)
Lihat juga...