Tumbuhkan Investasi, Kawasan Pusat Kota Padang Siap Dibangun Hotel

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, menyepakati untuk memberikan izin kepada PT Kodel untuk membangun hotel di kawasan Gedung Bagindo Aziz Chan dengan kapasitas jumlah 300 kamar. Pemberian izin itu, dibuktikan dengan kerjasama antara kedua pihak.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan, setelah adanya penandatanganan MoU antara kedua pihak tersebut, semua tahapannya akan segera berjalan, serta persiapan dan segala sesuatunya sudah mulai dilakukan. Diharapkan, agar prosesnya berjalan lebih cepat, dan diperkirakan mulai pada 2020 mendatang.

Ia mengakui bahwa di Kota Padang saat ini geliat investasi cukup bagus, seperti yang terlihat untuk pembangunan hotel di kawasan Gedung Bagindo Aziz Chan yang direncanakan berkelas bintang 4 atau bintang 5. Dengan demikian diperkirakan, akan berdampak kepada aktivitas-aktivitas masyarakat di Kota Padang.

Menurutnya, dengan adanya pertumbuhan pembangunan hotel, beriringan dengan peningkatan kunjungan wisata yang sudah dirasakan Kota Padang dimulai semenjak 2015 sampai 2018, dan terlihat pada pendapatan yang dihasilkan dari sektor wisata meningkat menjadi 405 persen. Begitu juga angka kunjungan ke Padang juga meningkat 30 persen selama 2019 terhitung sampai Oktober ini.

“Mudah-mudahan pada akhir tahun ini semuanya akan lebih meningkat lagi, sehingga tren peningkatan itu terus terjadi di Kota Padang. Kita bersyukur pada 2018 lalu Padang sudah dinobatkan menjadi kota potensial kategori pariwisata Indonesia Attractiveness Award 2018 (platinum),” katanya, Jumat (1/11/2019).

Sementara itu Mahyeldi menambahkan, terkait lokasi hotel yang akan dibangun nantinya dimana saat ini terdapat Kantor Dinas Pendidikan Kota Padang, Pemko Padang akan mencarikan solusi untuk pemindahannya.

“Jadi pada 2020 nanti kita akan memulai pembangunan beberapa kantor pemerintah termasuk Kantor DPRD Kota Padang di kawasan kompleks perkantoran Aie Pacah. Maka dari itu jika dilakukan pemindahan Kantor Dinas Pendidikan nantinya, kita akan menjadikan opsi pemindahannya ke sana,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kodel, Fahmi Idris, menyebutkan, PT Kodel memang sudah lama melirik dan berniat melakukan investasi di Kota Padang selaku daerah yang berpotensi terhadap peningkatan angka kunjungan wisata.

PT Kodel sendiri sebutnya, merupakan induk perusahaan dari Kodel Group yang bergerak di berbagai bidang bisnis, seperti perminyakan, industri bahan kimia, properti, perhotelan, perdagangan, dan bisnis-bisnis lainnya.

“Berbagai potensi ada di kota ini, dan salah satu yang paling membuat orang suka berkunjung ke sini adalah untuk mencicipi kuliner, melihat budaya dan pariwisata serta hal baik lainnya. Apalagi sesuai visi dari Wali Kota Padang yaitu mengembangkan Padang sebagai kota pendidikan, perdagangan dan pariwisata. Dan hal ini tentunya akan menarik orang berkunjung ke sini,” ungkapnya.

Fahmi pun melanjutkan, seiring semakin pesatnya pertumbuhan investasi di Padang menurutnya akan bisa menyerupai Kota Melaka, Malaysia yang kunjungan wisatanya terus meningkat hingga 60 persen. Sementara 80 persen alasan kunjungan itu adalah berobat ke rumah sakit yang ada di sana.

“Jadi ini salah satu faktor yang kita perhatikan, dan Kota Padang dari segi budaya, sosial dan ekonomi juga tidak jauh berbeda dengan Melaka. Maka dari itu hal inilah yang membuat kita membidik peluang investasi di sini. Dan kita yakin, dengan waktu tidak begitu lama Kota Padang akan berkembang sebagai suatu kota wisata yang maju di sektor pendidikan, perdagangan dan pariwisata,” pungkasnya.

Lihat juga...