Angka Kemiskinan Turun, Wagub Klaim Hasil Kerja Anies-Sandi
Editor: Mahadeva WS
JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengklaim, angka kemiskinan di Ibu Kota saat ini mengalami penurunan jika dibandingkan kondisi empat tahun lalu. Hal itu disampaikan Sandiaga kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai melayat ke rumah Pemadam Kebakaran di Jakarta Utara, Selasa (17/7/2018).
“Saya sampaikan berita terkini, waktu itu bro ini angka kemiskinan alhamdulilah is to early to celebrate. Tapi semenjak kita bertugas disini angka kemiskinan zero for twenty one point dari angka 3,78 bisa turun ke 3,57 ini terendah dari empat tahun terakhir,” ucap Sandiaga, Selasa (17/6/2018).
Sandi mengklaim, hal tersebut merupakan hasil kerjasama yang dibangunnya bersama dengan Gubernur Anies Bawesdan untuk memimpin Jakarta. “Ini kita bersyukur alhamdulillah banget kerja pak Anies mulai terlihat di Jakarta dan banyak juga yang menginginkan untuk meneruskan kerja ini,” tambahnya.
Menurutnya, penurunan yang terjadi sejak September 2017 hingga Maret 2018 mencapai 3.57 persen atau setara dengan 373.120 ribu orang. Data penurunan tersebut menurun jika dibandingkan dengan kondisi di 2017 yang hanya 3.78 persen.
Artinya, presentase warga Jakarta yang berkategori miskin turun 0.21 persen selama enam bulan terakhir. Atau selama Jakarta dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. “Jika dibandingkan bulan Maret 2017 kita memperoleh 3.77 persen dan meningkat pada semester berikutnya,” tandasnya.
Menurutnya, penurunan angka kemiskinan ini harus dimanfaatkan secara baik untuk memotivasi kinerja jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Salah satu faktor pendukung penurunan angka kemiskinan tersebut adalah nilai inflasi. Oleh karenanya, kondisi perekonomian harus tetap dijaga bahkan ditingkatkan kembali. Kedepan Sandiaga ingin memfokuskan Jakarta untuk membuka lapangan kerja hingga 42 ribu.
“Pada intinya apa yang kita fokuskan di Jakarta lapangan kerja mulai tercipta dengan 42 ribu. Program pangan murah yang kita adopsi sudah mulai kelihatan hasilnya dengan inflasi yang sudah mulai terjaga dan ini kita ingin Jakarta terus menjadi percontohan untuk memastikan bahwa kesejahteraan masyarakat Indonesia, ekonomi Indonesia lebih baik,” tuturnya.
Sebagai tindaklanjut untuk menekan angka kemiskinan, Pemprov DKI Jakarta akan menggalakkan program pengendalian harga pangan murah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan BUMD pangan.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis tingkat kemiskinan dan ketimpangan di DKI Jakarta periode Maret 2018 menurun. Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, persentase penduduk miskin terendah terjadi di Maret 2018. Persentase penduduk miskin di DKI Jakarta hanya sebesar 3,57 persen.